SUARBERITA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menggunakan 21.801 motor listrik yang terbengkalai dari dugaan kasus korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh eks pimpinan BGN. Para pimpinan BGN yang baru menegaskan komitmen pemanfaatan aset sehingga tidak mubazir.
Dilansir dari tvOne, Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dalam keterangan pers pada Selasa (16/6) mengatakan, “Bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di tahun 2025, termasuk IT, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan. Kemarin, kan, sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT CCTV, dan sebagainya yang sudah memang sudah telanjur dibayar sehingga harus dimaksimalkan pemanfaatannya.”
Lebih lanjut, Agustina menjelaskan bahwa BGN akan mengaudit dan mengevaluasi pengadaan barang untuk program MBG di bawah kepemimpinan yang baru. Menurutnya, BGN menjadwalkan koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebelum memanfaatkan aset tersebut agar tidak bermasalah secara hukum. Seluruh pengadaan barang dugaan kasus korupsi akan dilakukan pemanfaatan sesuai kebutuhan program MBG.
Sementara itu, BGN menegaskan bahwa pemanfaatan hanya dilakukan untuk beberapa prioritas yang dinilai masih dapat digunakan seperti IT, laptop, dan motor listrik. Dengan demikian, BGN berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan barang yang telah dibeli menggunakan uang negara.

