Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Minggu Tetap Datang, Tapi Bagi Mereka yang Terjebak Bencana, Tak Ada Hari Libur

M Rayhan Wildani K23 Agustus 202609.00 WIB
Minggu Tetap Datang, Tapi Bagi Mereka yang Terjebak Bencana, Tak Ada Hari Libur

SUARBERITA.COM - Hari Minggu biasanya menjadi waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga atau sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang pekan. Namun bagi masyarakat yang masih terdampak bencana, Minggu tetap menjadi hari untuk bertahan dan menjalani kehidupan seperti biasa sebisanya.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, sebagian warga masih berada di pengungsian setelah gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Mereka harus beradaptasi dengan tempat tinggal sementara, memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghadapi ketidakpastian mengenai kapan bisa kembali ke rumah.

Anak-anak pun belum sepenuhnya dapat menikmati akhir pekan seperti sebelumnya. Aktivitas belajar dan rutinitas mereka harus menyesuaikan kondisi pascabencana.

Sementara itu, di Kalimantan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga tetap berlangsung meski memasuki akhir pekan. Petugas gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan memastikan kebakaran tidak semakin meluas.

Mereka terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Manggala Agni, TNI-Polri, BPBD, pemerintah daerah, relawan hingga masyarakat. Bagi petugas yang berada di lokasi, tidak ada istilah hari libur ketika kondisi masih membutuhkan penanganan.

Hal serupa juga dilakukan tenaga kesehatan yang tetap berjaga di fasilitas kesehatan maupun posko pengungsian. Mereka harus siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Para relawan juga menghabiskan waktu mereka untuk membantu korban bencana. Ada yang mendistribusikan bantuan, membantu di dapur umum, mendampingi warga hingga memberikan dukungan kepada anak-anak.

Bencana memang tidak mengenal kalender. Ketika sebagian masyarakat menikmati hari Minggu dengan keluarga, sebagian lainnya masih berjuang agar kehidupan dapat kembali normal.

Bagi mereka, Minggu bukan tentang berhenti dari aktivitas. Hari itu tetap dijalani dengan harapan sederhana: semoga keadaan segera pulih, rumah kembali aman dan kehidupan perlahan bisa kembali seperti sebelum bencana.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!