SUARBERITA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK),Sugiono menyatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia telah dilakukan dalam skala nasional. Pemerintah mengklaim kebutuhan penanganan sejauh ini masih dapat dipenuhi dengan sumber daya dalam negeri.
“Terkait dengan tawaran bantuan dari pemerintah negara-negara tetangga, saya kira juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Karena sejauh ini semuanya bisa kita penuhi,” kata Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Pemerintah tetap mempertimbangkan tawaran bantuan dari negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis serta kondisi penanganan di lapangan.
Sugiono juga menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla bersifat nasional, meskipun pemerintah belum menetapkan statusnya sebagai bencana nasional.
Dalam operasi penanganan, pemerintah mengerahkan sekitar 71 ribu personel gabungan serta puluhan helikopter dan pesawat untuk mendukung pemadaman mellaui jalur darat dan udara.
Selain pemadaman, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat terdampak, termasuk penyediaan masker, obat-obatan, oksigen portabel, dan fasilitas layanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap.
Pemerintah menyatakan upaya penanganan akan terus ditingkatkan, sementara tawaran bantuan asing tetap dikaji berdasarkan kebutuhan di lapangan.

