SUARBERITA.COM - Perjalanan dari Canggu menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai ditargetkan dapat ditempuh sekitar 40 menit menggunakan trem listrik yang akan dibangun di Bali mulai 2027. Proyek sepanjang 13,1 kilometer itu akan dibangun bertahap melalui Legian dan Seminyak, dengan fase pertama ditargetkan beroperasi pada akhir 2028.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan proyek tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di koridor utama pariwisata Bali.
"Atas arahan Menteri Bappenas kepada Dirut Kereta Api Indonesia untuk mengatasi kemacetan dari wilayah Ngurah Rai ke Canggu. Trem sudah kita dapat paparan, sudah oke. Amdal dan lain-lain sudah disiapkan. Jadi mulai 2027 akan dibangun," kata Koster dalam rapat paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (21/9), dilansir TribunBali.
Proyek dikembangkan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Pembangunannya dibagi menjadi dua tahap. Fase 1A mencakup rute Bandara Ngurah Rai-Legian sepanjang 6,6 kilometer dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2028.
Waktu tempuh antara Legian dan Bandara Ngurah Rai diperkirakan sekitar 23 menit.
Tahap berikutnya, Fase 1B, akan memperpanjang jalur dari Legian melewati Seminyak hingga Canggu sepanjang 6,5 kilometer. Keseluruhan jalur hingga Canggu ditargetkan beroperasi pada 2031.
Pemprov Bali juga mengupayakan agar groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Sedang diupayakan yang groundbreaking itu adalah Bapak Presiden langsung. Karena beliau memerintahkan kepada Dirut KAI untuk diurusin tadi. Satu sampah, kedua macet," tutur Koster.
TREM GUNAKAN BATERAI
Koster mengatakan layanan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakter pariwisata Bali, termasuk kebutuhan mobilitas wisatawan di kawasan yang dilalui.
Koster menilai pembangunan infrastruktur transportasi diperlukan untuk memperkuat perekonomian serta meningkatkan daya saing pariwisata Bali.
"Maka dengan demikian Bali ini akan memiliki fondasi yang lebih lebih kokoh, lebih kuat, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi maupun juga meningkatkan daya saing pariwisata Bali," tegasnya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan trem akan menggunakan sistem jalur tunggal atau single track.
Jalur ganda hanya disediakan di terminus dan sejumlah titik persilangan yang memungkinkan rangkaian trem berpapasan.
Di kawasan Bandara Ngurah Rai, lintasan dirancang dalam bentuk melayang atau elevated. Sebagian besar rute lainnya akan dibangun di permukaan tanah.
Rangkaian trem menggunakan tenaga baterai dengan fasilitas pengisian daya yang ditempatkan di depo, stasiun terminus, serta titik-titik persilangan.
Penggunaan sistem tersebut antara lain dipilih untuk menjaga kualitas visual kawasan pesisir yang dilalui jalur trem.

