Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Mengapa Rabu Pon Kerap Jadi Momentum Penting bagi Jokowi?

Chaterina R30 Agustus 202610.00 WIB
Mengapa Rabu Pon Kerap Jadi Momentum Penting bagi Jokowi?

SUARBERITA.COM - Ada satu tanggal dalam penanggalan Jawa yang cukup sering muncul dalam perjalanan politik Joko Widodo (Jokowi), yakni Rabu Pon. Hari tersebut beberapa kali bertepatan dengan momentum penting selama Jokowi menjabat sebagai Presiden RI.

Rabu Pon menjadi menarik karena Jokowi sendiri lahir pada weton tersebut. Ia lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961, yang dalam kalender Jawa bertepatan dengan Rabu Pon.

Dalam tradisi Jawa, penentuan hari tidak hanya menggunakan siklus tujuh hari, tetapi juga mengenal lima hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Pertemuan keduanya kemudian menghasilkan istilah weton yang memiliki perhitungan nilai atau neptu.

Rabu mempunyai nilai neptu 7, sedangkan Pon juga bernilai 7. Keduanya menghasilkan neptu 14 yang dalam sejumlah perhitungan tradisional Jawa dianggap sebagai angka yang baik.

Makna budaya itu kemudian terlihat dalam sejumlah agenda pemerintahan Jokowi. Beberapa kali perombakan kabinet dilakukan pada Rabu Pon, termasuk reshuffle pada 2015 dan 2016. Pelantikan menteri hasil perombakan kabinet pada Desember 2020 juga berlangsung pada hari yang sama.

Momentum lain terjadi pada 21 Juni 2023. Pemerintah ketika itu mengumumkan berakhirnya status pandemi COVID-19 di Indonesia. Tanggal tersebut kembali bertepatan dengan Rabu Pon dan juga hari ulang tahun Jokowi.

Peneliti budaya Jawa Universitas Negeri Semarang, DR Dhoni Zustiyantoro, menjelaskan bahwa Rabu Pon memiliki sejumlah karakter positif dalam pandangan tradisional Jawa, seperti ketekunan, kerja keras dan tanggung jawab, dikutip dari Abc.net.

Meski pola tersebut cukup terlihat, pemilihan Rabu Pon tidak otomatis berarti seluruh keputusan Jokowi ditentukan berdasarkan perhitungan weton. Ada pula pertimbangan praktis dalam menentukan jadwal agenda kenegaraan.

Mantan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Joanes Joko, menilai agenda pemerintahan pada pertengahan pekan memang relatif memungkinkan untuk digunakan sebagai momentum kegiatan penting. Namun, latar belakang budaya Jawa Jokowi juga tidak dapat sepenuhnya dilepaskan dari kebiasaan tersebut.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!