SUARBERITA.COM - Kabut asap akibat karhutla kembali jadi sorotan. Malaysia berencana membawa isu ini ke forum ASEAN, menekankan perlunya mekanisme regional lebih efektif demi keselamatan masyarakat Asia Tenggara.
Pemerintah Malaysia mengumumkan akan mengangkat isu kabut asap lintas batas dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, Filipina, bulan depan. Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menegaskan kabut asap belum diklasifikasikan sebagai bencana alam dalam mekanisme ASEAN, sehingga perlu regulasi baru di tingkat regional. “Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam,” ujar Mohamad Hasan dikutip dari Kompas (13/10).
Ia menambahkan, isu ini akan dibawa secara pribadi dalam pertemuan bersama para menlu ASEAN. Malaysia menilai kabut asap akibat karhutla membutuhkan perhatian khusus karena dampaknya meluas hingga lintas negara.
Dalam komunikasi dengan Menlu Indonesia Arrmanatha Nasir, Mohamad Hasan mengungkapkan kendala utama pemadaman dari udara adalah jarak pandang buruk. “Indonesia memiliki antara tiga hingga empat pesawat dan 34 helikopter, tetapi armada tersebut tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk,” jelasnya.
Meski begitu, Indonesia telah mengerahkan 60.000 personel di jalur darat untuk memadamkan api. Malaysia mengapresiasi upaya tersebut, namun berharap langkah lebih efektif segera dilakukan mengingat dampak kabut asap lintas batas merugikan masyarakat luas.

