Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Ucapkan Terima Kasih

Moh Wasil Haqqullah29 Agustus 202606.35 WIB
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Ucapkan Terima Kasih

SUARBERITA.COM - Dalam Sidang Pleno II Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Tambakberas, Jombang, LPJ PBNU masa khidmah 2021–2026 disampaikan Gus Yahya dan diterima aklamasi oleh para muktamirin.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) masa khidmah 2021–2026 di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Ahmad, Tambakberas, Jombang. Dalam pidatonya, Gus Yahya menegaskan bahwa kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir dijalankan dengan segala keterbatasan, kelebihan, dan ketidaksempurnaan. Ia mengakui ada sejumlah keputusan yang berhasil, sebagian belum sempurna, dan beberapa mungkin perlu diperbaiki di masa mendatang.

Atas hal tersebut, Gus Yahya menyampaikan permohonan maaf kepada warga NU dan sejarah NU, sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menekankan bahwa penerimaan LPJ secara aklamasi bukan sekadar gugurnya kewajiban organisasi, melainkan bukti kebersamaan, keikhlasan, dan kepercayaan yang terjalin selama lima tahun.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada seluruh jajaran PBNU, PWNU, PCNU, PCI, serta kader di akar rumput. Ia menegaskan bahwa keteguhan para masyayikh dan kerja keras pengurus adalah bagian penting dalam menjaga kehormatan jam’iyah. “Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya. Dikutip dari NU Online, Jumat (28/8/2026).

Penerimaan LPJ disampaikan langsung oleh pimpinan sidang pleno, Prof. Muhammad Nuh, setelah mendengar pandangan dari perwakilan PWNU dan PCNU. “Alhamdulillah, dengan ini laporan pertanggungjawaban PBNU diterima dengan baik,” tegasnya.

Sidang pleno Muktamar Ke-35 NU menutup agenda dengan penerimaan LPJ PBNU, menandai selesainya pertanggung jawaban tata kelola organisasi PBNU selama lima tahun belakang.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!