Suar Berita
News

Lepas Jaket Almamater dan Acungkan Tiga Jari, Simbol Perlawanan dalam Aksi #IndonesiaSadar

M Rayhan Wildani K28 Oktober 202616.45 WIB
Lepas Jaket Almamater dan Acungkan Tiga Jari, Simbol Perlawanan dalam Aksi #IndonesiaSadar

SUARBERITA.COM - Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), tidak hanya diwarnai penyampaian tuntutan melalui orasi. Sejumlah simbol visual juga menjadi bagian dari ekspresi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil yang mengikuti aksi.

Salah satu hal yang disorot adalah keputusan mahasiswa melepas jaket almamater saat bergabung dalam demonstrasi. Langkah tersebut menjadi penanda bahwa peserta ingin melebur bersama berbagai elemen masyarakat sipil, tanpa menonjolkan identitas kampus masing-masing.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia (UI), Hafidz Haernanda, menjelaskan keputusan tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Selain itu, simbol tiga jari juga menjadi perhatian dalam aksi #IndonesiaSadar. Gestur tangan tersebut kerap digunakan dalam berbagai gerakan politik dan sosial. Simbol tiga jari atau three-finger salute yang digunakan dalam aksi tersebut merujuk pada gestur yang populer melalui novel dan film The Hunger Games.

Dalam cerita itu, salam tiga jari berkembang menjadi lambang solidaritas dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas. BEM UI juga mengaitkan simbol tersebut dengan tiga nilai, yakni liberté (kebebasan), égalité (kesetaraan), dan fraternité (persaudaraan). Dalam konteks #IndonesiaSadar, simbol ini digunakan untuk memperkuat pesan solidaritas dan desakan agar ruang demokrasi tetap terbuka

Kehadiran simbol-simbol tersebut memperlihatkan bahwa demonstrasi tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan melalui pidato dan spanduk. Identitas visual juga dapat digunakan peserta untuk menyampaikan pesan, menunjukkan solidaritas, serta menarik perhatian publik.

Aksi #IndonesiaSadar digelar BEM UI bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) dan elemen masyarakat sipil lainnya. Sejumlah isu yang diangkat meliputi penanganan kebakaran hutan dan lahan, kebijakan anggaran negara, pendidikan dan lapangan kerja, penegakan hukum, serta hak asasi manusia dan demokrasi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!