SUARBERITA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, terkait pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison. Dilansir dari detik, Dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (12/6/2026), tim penyidik KPK menyasar beberapa titik penting, mulai dari kantor Bupati Muara Enim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), rumah dinas bupati, hingga rumah Sekretaris Disdikbud.
Penggeledahan dilakukan oleh dua tim penyidik yang mendapat pengawalan dari personel Sabhara Polres Muara Enim. Langkah ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk mengumpulkan bukti tambahan dalam perkara yang tengah diusut. Tim pertama terlihat melakukan penggeledahan di ruang kerja Bupati Muara Enim. Setelah beberapa jam berada di lokasi, penyidik keluar dengan membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyidikan. Terlihat tiga kardus dan satu koper dibawa keluar dari ruangan tersebut.
Sementara itu, tim kedua bergerak ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Penyidik melakukan pemeriksaan di ruang kerja Sekretaris Disdikbud, Abi Nurwadani, guna mencari dokumen maupun barang bukti yang diperlukan. Tak berhenti di kantor pemerintahan, penyidik KPK juga melanjutkan penggeledahan ke rumah dinas bupati. Dari lokasi tersebut, tim membawa dua kardus berwarna cokelat serta dua koper hitam yang kemudian dimasukkan ke dalam kendaraan operasional.
Usai dari rumah dinas, penyidik kembali bergerak menuju kediaman Sekretaris Disdikbud untuk melakukan penggeledahan lanjutan. Sebelumnya, KPK diketahui telah melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk kantor bupati dan kantor Disdikbud. Penyegelan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan guna mengamankan dokumen maupun barang bukti yang dianggap penting.
Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang membenarkan adanya kegiatan pengawalan yang dilakukan personel kepolisian selama proses penggeledahan berlangsung.
"Iya benar, anggota dari Sabhara melakukan pengamanan saat KPK melakukan penggeledahan di sejumlah titik," kata Situmorang.
Hingga saat ini KPK belum memberikan keterangan resmi terkait barang bukti yang diamankan dari sejumlah lokasi tersebut. Namun, penggeledahan ini mengindikasikan penyidik masih terus mendalami aliran dana, dokumen, maupun pihak-pihak yang diduga terkait dalam perkara suap yang menjerat Edison. KPK juga belum merinci apakah hasil penggeledahan kali ini akan mengarah pada penetapan tersangka baru atau pengembangan perkara lainnya. Meski demikian, langkah penyidik yang menyasar sejumlah lokasi strategis menunjukkan proses penyidikan kasus tersebut masih terus berjalan.

