SUARBERITA.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia guna refocusing penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dilansir dari Jawa Pos, Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam keterangan pers pada Kamis (2/7) mengatakan, “Saya menyambut baik dan mendukung penuh langkah penataan ini sebagai komitmen bersama untuk mengembalikan MBG pada tujuan mulia yaitu memberikan bantuan gizi bagi peserta didik yang benar-benar membutuhkan.”
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti terbuka dengan langkah penataan yang dilakukan oleh BGN. Menurut Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen mendukung refocusing penerima manfaat program MBG dengan Dapodik agar lebih tepat sasaran daripada sebelumnya.
Sementara itu, Agustina Arumsari selaku Wakil Kepala BGN dan juru bicara mengatakan, “Kami sudah efisienkan dengan memfokuskan anggaran untuk prioritas penerima manfaat di wilayah tertinggal dan anak-anak sekolah yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi lebih penting untuk mendapatkan program MBG daripada yang berasal dari kalangan mampu.”
Dengan demikian, refocusing program MBG diharapkan lebih tepat sasaran melalui Dapodik agar dapat mendata siswa yang kurang mampu, siswa yang sekolah di wilayah tertinggal, dan siswa yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi sehingga menjadi prioritas penerima manfaat program MBG.

