SUARBERITA.COM - Sebuah penerbangan komersial flydubai rute Dubai menuju Tel Aviv nyaris mengakhiri perjalanannya dalam tragedi besar pada Rabu (30/9). Pesawat Boeing 737 MAX yang mengangkut lebih dari 160 penumpang tersebut mengalami insiden mencekam setelah co-pilot diduga menyerang kapten pilot di dalam kokpit dan berusaha menjatuhkan pesawat.
Beruntung, aksi dramatis penumpang dan kru tambahan di dalam pesawat berhasil menggagalkan upaya tersebut sebelum bencana aviasi meluas.
Kronologi Kejadian di Ketinggian Jelajah
Berdasarkan laporan Reuters dan BBC, insiden ini bermula sekitar dua jam setengah setelah pesawat lepas landas dari Dubai International Airport. Saat melintas di wilayah udara sekitar Yordania dan Arab Saudi utara, sinyal darurat squawk dipancarkan oleh pesawat.
Data dari situs pelacak penerbangan Flightradar24 merekam bahwa pesawat tiba-tiba mengalami penurunan ketinggian yang sangat tajam hingga hampir 14.000 hingga 16.000 kaki hanya dalam hitungan detik hingga menit. Penurunan ekstrem ini memicu kepanikan luar biasa di kabin penumpang.
Di saat yang sama, pertumpahan darah terjadi di ruang kemudi. Co-pilot pesawat yang merupakan warga negara Oman, melakukan serangan mendadak dengan menusuk Kapten Pilot secara berulang kali menggunakan senjata tajam. Menurut laporan otoritas terkait, serangan ini ditujukan untuk melumpuhkan kendali dan sengaja mengarahkan pesawat jatuh ke tanah.
Dua Puluh Menit yang Menegangkan
Para penumpang di kabin melaporkan mendengar teriakan histeris dari arah depan pesawat serta merasakan guncangan hebat saat kendali pesawat terlepas secara tiba-tiba.
Melihat situasi kritis ini, beberapa penumpang tangguh beserta kru kabin memberanikan diri mendekati kokpit. Bersama dengan bantuan dua pilot off-duty flydubai yang kebetulan menumpang penerbangan tersebut, mereka berhasil menjebol dan menerobos masuk ke dalam kokpit.
Dalam pergumulan berdarah di ruang kemudi, penumpang dan kru akhirnya mampu meringkus serta mengikat co-pilot tersebut. Sementara itu, kapten pilot yang terluka parah akibat tusukan senjata tajam langsung diberikan pertolongan pertama oleh seorang penumpang yang berprofesi sebagai tenaga medis.
Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Setelah co-pilot berhasil dinetralkan, pilot cadangan mengambil alih kemudi Boeing 737 MAX tersebut. Pesawat dialihkan dan melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk, barat laut Arab Saudi, pada pukul 09.45 waktu setempat.
Seluruh penumpang dilaporkan selamat tanpa cedera berat, meskipun mengalami trauma mendalam. Kapten pilot yang terluka parah segera dilarikan ke rumah sakit setempat di Tabuk dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Pada Rabu malam, armada pengganti dikirimkan untuk membawa seluruh penumpang kembali ke tujuan akhir di Tel Aviv.
Sorotan Analisis Penerbangan
Dalam analisis mendalam yang kerap disorot pengamat aviasi, insiden “ancaman dari dalam” (insider threat) seperti ini merupakan salah satu skenario paling kompleks dan langka dalam penerbangan sipil modern.
Pasca insiden tragedias Germanwings pada 2015, standar prosedur keamanan dunia aviasi internasional memperketat aturan rule of two di kokpit. Namun, insiden flydubai ini kembali memicu diskusi global mengenai protokol keamanan ruang kemudi, skrining kesehatan mental dan latar belakang kru, serta bagaimana tindak respons darurat kru kabin saat menghadapi ancaman yang datang dari seorang penerbang bersertifikat.
Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab (UEA) dan lembaga investigasi internasional kini tengah menyelidiki motif di balik tindakan keji co-pilot tersebut.

