SUARBERITA.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat anggaran negara hanya berfokus pada satu program atau mengabaikan pembangunan di sektor lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono untuk merespons anggapan di media sosial yang menyebut anggaran MBG menyebabkan sejumlah program pemerintah, seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan infrastruktur terhambat.
"Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat(31/7), dikutip dari Antara
Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai program pembangunan secara bersamaan meskipun anggaran untuk MBG cukup besar. Ia mencontohkan sektor pertanian yang tetap mendapatkan perhatian melalui penyediaan pupuk dan perbaikan jaringan irigasi.
Sudaryono mengatakan, persoalan pupuk dan kerusakan irigasi sudah menjadi perhatian pemerintah sebelum MBG diterapkan. Setelah program tersebut berjalan, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pupuk serta melakukan revitalisasi infrastruktur pertanian.
"Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi," ujarnya
Ia juga membantah anggapan bahwa kerusakan sekolah terjadi akibat adanya program MBG. Menurutnya, persoalan sekolah rusak sudah ada sejak sebelum program tersebut dilaksanakan dan kini pemerintah tetap melakukan perbaikan secara bertahap.
"Yang sekolah rusak itu dulu ke mana? Dulu tidak ada MBG, mestinya sekolah sudah bagus semua. Kan tidak. Sekarang ada MBG, sekolahnya juga diperbaiki pemerintah," ujarnya.
Selain infrastruktur pendidikan, pemerintah juga tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk peningkatan pendapatan guru honorer.
Sudaryono menyebut anggaran MBG memang memiliki nilai besar, yakni sekitar Rp268 triliun pada tahun ini. Namun, ia menegaskan alokasi tersebut tidak menghilangkan pelaksanaan program pemerintah lainnya.

