SUARBERITA.COM - Kementerian Kesehatan RI memberikan dukungan, perlindungan serta koordinasi lanjutan untuk memastikan layanan kesehatan berjalan secara optimal. Kemenkes kemudian mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) sebagai langkah yang tepat untuk mengetahui status korban dan situasi kebutuhan kesehatan di Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo dan Flores Timur Nusa Tenggara Timur (NTT).
HEOC tersebut berupa pusat komando darurat yang menyediakan sembilan posko koordinasi. Fungsi daripada HEOC sendiri menghubungkan Kemenkes dengan rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah. Agar layanan kesehatan berjalan secara optimal.
Menteri Kesehatan, Budi Sadikin menyampaikan bahwa yang dilakukan pertama ialah memastikan seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten/Kota bergerak secara optimal dan responsif. Terutama untuk mengantisipasi potensi lonjakan tambahan pasien kedepannya. Selain hal itu, Menkes juga menerapkan manajemen krisis dan Emergency Medical Team (EMT) dan Rumah Sakit (RS) lapangan yang diharapkan bisa membantu korban dibidang layanan kesehatan.
"Selain itu Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak," ujar Menkes. Budi Sadikin, Selasa (18/8/2026).
Budi Sadikin memberikan tenggat waktu satu minggu untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kembali beroperasi pasca terdampak bencana gempa, cakupan fokus yang akan diterapkan berupa: pemulihan, operasi trauma, layanan ibu dan anak serta hemodialisa (cuci darah).
Pemulihan kesehatan dilakukan secara bertahap, dari layanan dasar kesehatan hingga memastikan infrastruktur kesehatan memadai untuk mendukung layanan kesehatan berkelanjutan pasca gempa tersebut.

