Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

KemenPPPA Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa NTT, Kebutuhan Bayi hingga Perempuan Jadi Perhatian

M Rayhan Wildani K26 Agustus 202612.30 WIB
KemenPPPA Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Gempa NTT, Kebutuhan Bayi hingga Perempuan Jadi Perhatian

SUARBERITA.COM - Penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan pemerintah dengan menyasar kebutuhan masyarakat dari berbagai kelompok. Tidak hanya bantuan pangan dan kebutuhan umum, kebutuhan khusus bagi bayi, perempuan, lansia, hingga penyandang disabilitas turut menjadi perhatian.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi turun langsung menemui pengungsi di Posko SD Inpres Konggang, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Rabu (26/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kementerian PPPA membawa sejumlah kebutuhan spesifik, seperti popok bayi, popok dewasa, bubur bayi dan susu. Bantuan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian.

"Kami bawa pampers untuk anak-anak, pampers dewasa, bubur bayi, susu. Tetapi, belum semua bantuan bisa terbawa. Masih ada (sebagian) di Bandara Halim Perdanakusuma, karena transportasinya yang agak sulit," kata Arifah dikutip dari detik.

Arifah mengatakan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap karena kondisi geografis dan akses menuju sejumlah wilayah terdampak tidak mudah. Pemerintah pun mengandalkan berbagai jalur pengiriman untuk memastikan bantuan dapat menjangkau lebih banyak titik.

"Pesawat-pesawat Hercules enggak berhenti mengirimkan bantuan untuk masyarakat di NTT. Jadi, mohon kesabarannya," ujarnya.

Di Posko Konggang sendiri terdapat 98 kepala keluarga atau 380 jiwa. Mereka terdiri atas kelompok dengan kebutuhan khusus, termasuk empat ibu hamil, dua bayi, 37 balita, tiga penyandang disabilitas, dan 28 lansia.

Kehadiran KemenPPPA menambah lapisan penanganan pemerintah yang sebelumnya telah bergerak melalui pengiriman logistik, layanan kesehatan, pengerahan personel serta dukungan pemerintah daerah di wilayah terdampak.

Penanganan kelompok rentan menjadi penting karena kebutuhan mereka tidak selalu dapat dipenuhi melalui bantuan umum. Popok, susu, makanan bayi, kebutuhan ibu hamil dan menyusui menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari yang harus tetap tersedia selama masyarakat berada di pengungsian.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!