Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Kemarau Panjang dan Krisis Air Melanda Kabupaten Pamekasan, Warga Sipil Bantu Distribusi Air 15.000 Liter

Moh Wasil Haqqullah20 Agustus 202617.33 WIB
Kemarau Panjang  dan Krisis Air Melanda Kabupaten Pamekasan, Warga Sipil Bantu Distribusi Air 15.000 Liter
1/3

SUARBERITA.COM - Krisis Air sudah mulai di rasakan oleh warga Kabupaten Pamekasan, tercatat distribusi air bersih dilakukan oleh warga sipil di sejumlah lokasi yang tersebar: Asrama Santri Pondok Pesantren Matsaratul Huda Kecamatan Pamekasan, Desa Majungan Kecamatan Pademawu dan Desa Pagagan Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Pamekasan Nomor 100.3.3.2/230/432.013/2026 yang tercatat dalam JDIH Kabupaten Pamekasan.

Sebanyak 82 desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026. Dari jumlah tersebut, terdapat 281 dusun yang mengalami dampak kekeringan. Sebanyak 211 dusun masuk kategori kering langka, sementara 70 dusun lainnya masuk kategori kering kritis. Data tersebut merupakan hasil asesmen lapangan dan evaluasi kondisi wilayah oleh Pemkab Pamekasan melalui BPBD

Hanifah Azmi Maisaroh selaku warga sipil yang memberikan bantuan 15.000 liter air untuk didistribusikan di tiga titik kecamatan menyatakan bahwa “Di Pamekasan sendiri masih banyak wilayah yang krisis air. Dari sini saya bertindak atas kemanusian dan kepedulian terhadap warga sekitar. Krisis air ini juga berkaitan dengan dampak el-nino yang kian melanda.” Ujar Azmi, kepada Wartawan Suar Berita. Kamis (20/8/2026).

Azmi menambahkan bahwa “Saya tidak bertindak sendiri melainkan melakukan kolaborasi dengan PMI Kabupaten Pamekasan, mengingat kebutuhan air ialah skala pokok yang harus di dapat warga”. Tambah Azmi.

“Bagi pemerintah Kabupaten Pamekasan, sudah seharusnya memperhatikan lebih lanjut karena air merupakan yang utama dalam kehidupan masyarakat.” Tutup Azmi.

Status kedaruratan krisis air sudah seharusnya pemerintah setempat mengambil langkah taktis dan solutif agar potensi lonjakan tidak melebar kepada daerah yang lain. Mengingat tempo lalu (11/8/2026) warga Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan terpaksa membeli air di bandrol harga Rp130.000/Liter.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!