SUARBERITA.COM - Joko Widodo menilai, pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri sudah waktunya dilakukan setelah memimpin Polri selama 5 tahun 8 bulan. Presiden ke-7 Indonesia itu menyebut pergantian tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Itu, kan, (pergantian Kapolri) kewenangan hak prerogatif dari Bapak Presiden Prabowo," kata Jokowi dikutip detikJateng di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Kamis (1/10).
"Dan juga sudah saatnya Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit ini sudah 5 tahun 8 bulan menjabat sebagai Kapolri. Saya rasa memang sudah saatnya," sambungnya.
Listyo dilantik Jokowi sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021. Ia tercatat sebagai Kapolri dengan masa jabatan terpanjang keempat dalam sejarah kepolisian RI.
Jenderal kelahiran Ambon ini diketahui memiliki hubungan dekat dengan Jokowi sejak menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011. Saat itu, Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.
Karier Listyo kemudian meroket berlanjut sebagai ajudan pertama Jokowi setelah menjadi Presiden. Ia menjalankan tugas tersebut selama dua tahun, dari 2014 hingga 2016.
Setelah itu, Listyo antara lain, menjabat Kapolda Banten dan kemudian Kabareskrim Mabes Polri pada Desember 2019 sebelum dilantik sebagai Kapolri.
Terkait Komjen Suyudi Ario Seto yang menggantikan Listyo, Jokowi memberikan penilaian positif terhadap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut.
"Dan penggantinya saya rasa cukup baik, Pak Suyudi," kata Jokowi.
Ketika ditanya apakah mengenal Suyudi, Jokowi mengangguk sambil tertawa.
"Kenal," tuturnya.
Namun, Jokowi tidak memberikan pesan khusus kepada Suyudi ketika ditanya awak media.
"Enggak," jawabnya sembari tersenyum.

