SUARBERITA.COM - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mendapat dukungan dari Jepang. Pemerintah Jepang mengirimkan bantuan berupa personel dan armada udara untuk memperkuat operasi pemadaman di wilayah yang terdampak kebakaran, termasuk kawasan Kalimantan.
Sekitar 600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) disiapkan dalam misi tersebut. Selain tenaga personel, Jepang turut mengirimkan tiga unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook yang akan mendukung kebutuhan operasi di lapangan.
Helikopter CH-47 memiliki kemampuan membawa muatan dalam jumlah besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman dari udara. Kehadiran armada tersebut diharapkan membantu menjangkau area kebakaran yang sulit ditangani menggunakan jalur darat.
Pengiriman pasukan dan peralatan dilakukan menggunakan kapal angkut amfibi Jepang, JS Kunisaki. Kapal tersebut mulai berlayar dari Jepang pada Minggu (30/8) dengan membawa helikopter, personel, serta perlengkapan yang diperlukan selama menjalankan misi di Indonesia.
Bantuan ini diberikan setelah Indonesia meminta dukungan Jepang untuk menghadapi kondisi karhutla. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari hubungan bilateral kedua negara dalam bidang penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Pengerahan bantuan Jepang datang ketika penanganan karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia membutuhkan dukungan tambahan. Kondisi lapangan yang luas dan akses menuju beberapa titik kebakaran yang tidak mudah membuat operasi pemadaman membutuhkan berbagai pendekatan, termasuk melalui udara.
Dengan tambahan personel dan armada udara tersebut, Indonesia diharapkan memiliki dukungan lebih kuat untuk mempercepat penanganan kebakaran. Kerja sama ini juga memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana dapat menjadi bagian dari kerja sama konkret antara Indonesia dan Jepang.

