SUARBERITA.COM - Pergerakan kendaraan taktis terlihat di kawasan Semanggi–Senayan, Jakarta, menjelang aksi demonstrasi mahasiswa pada Rabu (28/10/2026). Pergerakan tersebut menjadi bagian dari situasi pengamanan menjelang aksi yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Informasi mengenai kendaraan taktis tersebut beredar di sejumlah sosial media di Instagram pada Rabu pukul 10.00 wib. Namun, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai jumlah kendaraan, satuan yang mengoperasikannya, maupun tujuan akhir pergerakan tersebut.
Aksi demonstrasi yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan berlangsung di Bundaran HI mulai pukul 14.00 WIB. Aksi tersebut membawa sejumlah isu, termasuk lingkungan, pendidikan, korupsi, kondisi ekonomi, serta kebebasan sipil.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin, sebagaimana dikutip ANTARA pada Rabu pagi, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan 510 personel untuk membantu pengaturan lalu lintas selama aksi berlangsung. Rekayasa arus kendaraan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Berikut merupakan hasil rekayasa lalin yang dilakukan oleh Dishub.
Rute alternatif di kawasan Monas dan Tugu Tani
Dishub menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar Monas dan Tugu Tani.
Pengendara dari Harmoni menuju Senen dapat melintasi Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, kemudian Jalan Pasar Senen.
Kwitang menuju Utara (Pasar Baru) melalui Jalan Kramat Kwitang-Jalan Senen Raya-Jalan Dr. Wahidin Raya-Jalan Gunung Sahari-Jalan H. Samanhudi-dan seterusnya.
Sementara itu, kendaraan dari Senen menuju Harmoni dapat melalui Jalan Gunung Sahari, Jalan Budi Utomo, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Katedral, dan Jalan Veteran.
Bagi pengendara dari Tanah Abang menuju Harmoni, jalur alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Jatibaru Raya, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit.
Tanah Abang menuju Timur (Kemayoran/Pulogadung) dapat melalui Jalan Jatibaru Raya-Jalan Abdul Muis-Jalan Majapahit-Jalan Ir.H. Juanda-Jalan Pos-Jalan Dr. Sutomo-Jalan Gunung Sahari-Jalan Angkasa-dan seterusnya.
Adapun kendaraan dari Blok M menuju Harmoni dapat melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, hingga Jalan Suryopranoto.
Rute alternatif di sekitar Gedung DPR/MPR
Untuk kendaraan dari Cawang menuju Slipi atau Tomang, jalur alternatif dapat melalui Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Permata Hijau, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan S. Parman.
Sementara itu, pengendara dari Blok M menuju Slipi atau Tomang dapat menggunakan Jalan Kyai Maja, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan S. Parman.
Adapun pengendara dari Harmoni ke blok m dapat melalui Jalan Hayam Wuruk-Jalan Ir. Juanda-berputar di simpang Jalan Veteran III-Jalan Veteran-Jalan Suryopranoto-Jalan Balikpapan-Jalan Kyai Caringin-Jalan Tomang Raya-Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan Pejompongan Raya-Jalan Tentara Pelajar-Jalan Cut Nyak Arief-Jalan Kebayoran Baru-Jalan Pakubuwono VI-Jalan Suryo-Jalan Kyai Maja-dan seterusnya.
Dishub mengimbau masyarakat menghindari ruas jalan yang terdampak apabila terjadi pengalihan arus serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengguna jalan juga diminta memantau informasi lalu lintas terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Untuk transportasi umum, layanan TransJakarta, MRT, dan LRT disebut tetap beroperasi normal. Namun, rute TransJakarta dapat menyesuaikan kondisi apabila terjadi pengalihan lalu lintas.
Hingga informasi ini dihimpun, belum ada konfirmasi terverifikasi mengenai apakah kendaraan taktis yang terlihat di Semanggi–Senayan bergerak menuju Bundaran HI atau ditempatkan untuk pengamanan di titik lain. Kondisi lalu lintas dan pelaksanaan rekayasa arus tetap dapat berubah mengikuti perkembangan aksi.

