SUARBERITA.COM - Di tengah gelombang demonstrasi yang menyuarakan kritik terhadap kebijakan publik, Istana akhirnya buka suara untuk memberikan klarifikasi sekaligus merespons tuntutan masyarakat terkait pengelolaan keuangan negara yang dianggap kurang efisien oleh para pengunjuk rasa.
Pihak Istana melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesehatan fiskal melalui langkah-langkah penghematan APBN.
Respons ini muncul sebagai jawaban atas narasi pemborosan yang kerap disuarakan dalam berbagai aksi massa. Menanggapi keresahan terkait kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi mendalam agar program tersebut berjalan lebih tepat sasaran dan efisien.
Selain menyoroti efisiensi anggaran, Istana juga memberikan penegasan terkait kebijakan bahan bakar. Pemerintah membedakan antara jenis bahan bakar yang disubsidi dan yang mengikuti harga pasar. Mengenai kekhawatiran kenaikan harga, pihak Istana secara tegas menyatakan, "Yang disubsidi kan tidak naik, tetap," ujar perwakilan Istana dalam keterangannya. Dikutip dari kompas Sabtu (13/6/2026).
Penjelasan ini diharapkan dapat meredam spekulasi publik mengenai potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang memicu aksi demonstrasi di berbagai titik. Pemerintah berupaya memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah, sembari terus meninjau kembali efektivitas program-program strategis yang sedang berjalan agar tidak membebani kas negara secara berlebihan.
Respons Istana ini menjadi upaya komunikasi strategis untuk mendinginkan situasi politik. Dengan mengombinasikan klaim penghematan anggaran, janji evaluasi program MBG, serta penegasan subsidi bahan bakar, pemerintah berupaya menunjukkan tanggung jawabnya.
Langkah selanjutnya akan sangat bergantung pada transparansi eksekusi kebijakan agar kepercayaan publik dapat kembali terjaga di tengah tekanan ekonomi.

