SUARBERITA.COM -
Komite Olimpiade Internasional (IOC) meluncurkan Kerangka Kerja AI Tepercaya (Trustworthy AI Framework) pertama untuk Gerakan Olimpiade pada Selasa (29/9/2026). Kerangka tersebut menjadi panduan bagi organisasi olahraga dalam menggunakan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dan etis.
Kerangka kerja itu dikembangkan bersama mitra konsultan transformasi digital Deloitte. IOC menetapkan tujuh prinsip dalam penerapan AI, yakni perlindungan (safeguarding), perlindungan data, keandalan, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan keberlanjutan.
IOC juga menyiapkan daftar periksa untuk membantu organisasi mengidentifikasi dan menilai risiko sebelum menerapkan AI.
Kepala bidang AI IOC Alejandro Merino-Madrid mengatakan teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk mengubah berbagai aspek olahraga, termasuk persiapan atlet, penyelenggaraan kompetisi, dan pengalaman penggemar.
"AI memiliki potensi untuk mengubah cara persiapan para atlet, pelaksanaan olahraga, dan pengalaman penggemar dalam menikmati Olimpiade," ujar Merino-Madrid, dilansir dari ANTARA
Ia menegaskan penerapan teknologi tetap harus menempatkan kepentingan olahraga sebagai prioritas. Menurutnya, perlindungan data atlet, persaingan yang adil, serta pemahaman publik mengenai penggunaan AI menjadi hal yang perlu dijaga.
"Namun, teknologi harus selalu melayani olahraga, bukan sebaliknya. Hal itu berarti data atlet harus dilindungi, persaingan yang adil harus dijaga, dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan AI harus dipastikan. Kerangka kerja ini memberi Gerakan Olimpiade fondasi bersama untuk memanfaatkan berbagai peluang tersebut dengan penuh keyakinan, sekaligus menempatkan para atlet, integritas, dan nilai-nilai kita di pusat perhatian," imbuh Merino-Madrid.
IOC menyebut penggunaan AI kini semakin berkembang dalam dunia olahraga. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung atlet, membantu operasional Olimpiade, meningkatkan keterlibatan penggemar, hingga menunjang pekerjaan sehari-hari organisasi olahraga.
"AI sedang mengubah olahraga, menciptakan berbagai peluang dalam dukungan atlet, pengoperasian Olimpiade, keterlibatan penggemar, dan pekerjaan sehari-hari di dalam organisasi-organisasi olahraga," ujar IOC dalam pernyataannya.
Meski menawarkan berbagai peluang, IOC menilai perkembangan AI juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap sejumlah persoalan, terutama menyangkut keadilan, data atlet, transparansi, keamanan, dan akuntabilitas.
"Pada saat yang sama, penggunaannya yang semakin meningkat memunculkan berbagai pertanyaan penting seputar keadilan, data atlet, transparansi, keamanan, dan akuntabilitas. Tantangan-tantangan ini sangat penting dalam olahraga, di mana kepercayaan terhadap kompetisi, pengambilan keputusan, dan integritas hasil merupakan hal yang mendasar," tegas IOC.

