Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Hadapi Disrupsi AI, Kemnaker Siapkan Strategi 3S untuk Pekerja Muda

M Rayhan Wildani K30 Agustus 202611.00 WIB
Hadapi Disrupsi AI, Kemnaker Siapkan Strategi 3S untuk Pekerja Muda

SUARBERITA.COM - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebutuhan dunia kerja. Menghadapi perubahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan strategi triple skilling atau 3S yang mencakup upskilling, reskilling, dan cross-skilling untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja muda.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan perubahan teknologi telah melahirkan kebutuhan kompetensi baru sehingga generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan industri.

“Kementerian Ketenagakerjaan memandang transformasi AI bukan sebagai ancaman yang harus ditakuti, melainkan sebagai peluang emas untuk mengakselerasi produktivitas dan daya saing tenaga kerja nasional dan global,” kata Afriansyah dalam kegiatan Pink Model United Nations (PinkMUN) 2026 di Kampus Binus, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Melalui strategi 3S, upskilling diarahkan untuk meningkatkan keahlian yang telah dimiliki pekerja. Sementara reskilling ditujukan bagi pekerja yang terdampak perubahan agar dapat beralih ke sektor baru, sedangkan cross-skilling memberikan kombinasi keterampilan lintas bidang untuk memperluas fleksibilitas karier.

Afriansyah mengingatkan bonus demografi Indonesia juga harus diikuti dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja. Lebih dari 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif.

“Potensi kuantitas yang luar biasa ini dapat menjadi bumerang jika terjadi skill mismatch atau ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki lulusan muda dengan kebutuhan riil pasar kerja modern,” ujarnya.

Kemnaker juga mulai mengarahkan pelatihan vokasi agar memasukkan literasi AI, analisis data, otomatisasi, serta kemampuan berpikir kritis dan beradaptasi.

Dengan perubahan teknologi yang semakin cepat, penguatan keterampilan menjadi salah satu kunci agar tenaga kerja muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!