Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Gibran Siapkan Kelonggaran Kredit Korban Gempa NTT, Pemerintah Tak Hanya Fokus pada Bantuan Darurat

M Rayhan Wildani K22 Agustus 202615.16 WIB
Gibran Siapkan Kelonggaran Kredit Korban Gempa NTT, Pemerintah Tak Hanya Fokus pada Bantuan Darurat

SUARBERITA.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyiapkan langkah untuk meringankan beban warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kewajiban pembayaran kredit masyarakat yang ikut terdampak akibat aktivitas ekonomi terganggu setelah bencana.

Saat meninjau pengungsian di Kabupaten Manggarai, Gibran menyampaikan pemerintah tengah mengupayakan pemberian masa tenggang atau grace period bagi warga yang kesulitan memenuhi kewajiban kredit selama masa pemulihan.

“Nanti akan ada grace period, nanti akan diberikan keleluasaan biar tidak terbebani di masa bencana,” ujar Gibran dikutip dari antara.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena persoalan warga terdampak gempa tidak berhenti pada kebutuhan makanan, tempat tinggal, maupun layanan kesehatan. Ketika rumah dan tempat usaha rusak serta aktivitas ekonomi terganggu, kewajiban membayar cicilan tetap berjalan. Karena itu, kelonggaran kredit menjadi bagian dari upaya pemerintah memberi ruang bagi masyarakat untuk memulihkan kondisi ekonomi terlebih dahulu. Gibran mengatakan langkah tersebut telah dikoordinasikan setelah mendengar langsung kekhawatiran warga mengenai kemampuan mereka membayar pinjaman.

Penanganan yang dibawa Gibran ke NTT juga tidak hanya menyentuh persoalan ekonomi. Pemerintah turut memberi perhatian terhadap kondisi psikologis korban, terutama anak-anak yang mengalami langsung situasi bencana. Dalam kunjungannya ke NTT, Gibran membawa enam mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk membantu memberikan dukungan psikososial kepada warga terdampak. Para mahasiswa tersebut difasilitasi untuk berada di lokasi dan membantu pendampingan, khususnya bagi anak-anak di pengungsian.

Langkah tersebut menunjukkan penanganan pascagempa mulai diarahkan tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat secara lebih luas. Terlebih, gempa yang mengguncang NTT telah menimbulkan dampak besar. BNPB mencatat hingga 21 Agustus terdapat 83 orang meninggal dunia dan 986 orang mengalami luka-luka. Ribuan warga juga masih harus menghadapi kondisi pascabencana dan ketidakpastian mengenai pemulihan kehidupan mereka.

Di tengah situasi tersebut, kelonggaran cicilan menjadi bentuk intervensi pemerintah yang menyentuh beban warga setelah bantuan darurat mulai diberikan. Pemerintah berupaya memastikan korban tidak harus menghadapi tekanan ekonomi tambahan ketika proses pemulihan dari bencana masih berlangsung. Kehadiran Gibran di NTT sekaligus memperlihatkan bahwa respons pemerintah diarahkan pada beberapa sisi sekaligus, mulai dari pemulihan ekonomi, kondisi psikologis hingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!