SUARBERITA.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memilih tetap berada di tengah warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) saat menunaikan salat Jumat. Gibran menjalankan ibadah bersama masyarakat di Masjid Nurul Huda, Desa Reo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Jumat (21/8/2026) dikutip dari laman resmi Wakil Presiden RI.
Yang membuat momen tersebut berbeda, Masjid Nurul Huda merupakan salah satu bangunan yang ikut mengalami kerusakan akibat gempa. Salat Jumat berlangsung di tengah kondisi masjid yang belum sepenuhnya pulih, dengan tenda sederhana dipasang untuk melindungi jemaah dari panas matahari.
Gibran duduk dan beribadah bersama warga dalam barisan jemaah. Tidak ada jarak khusus antara Wapres dan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah di tengah situasi pascabencana.
Dalam kesempatan tersebut, Gibran bersama warga turut memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat NTT serta kelancaran penanganan dan pemulihan setelah gempa. Doa juga ditujukan agar masyarakat yang terdampak diberi kekuatan menghadapi kondisi sulit.
Setelah salat Jumat, Gibran tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia menyempatkan diri menyapa dan berdialog dengan warga di sekitar masjid. Gibran juga meninjau sejumlah rumah penduduk yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Gibran selama dua hari di NTT. Sejak tiba pada Kamis (20/8/2026), Wapres mendatangi sejumlah lokasi terdampak untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan.
Pada hari yang sama, Gibran juga meninjau lokasi bencana di Desa Waso, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Ia kemudian mengunjungi Posko Pengungsi Golo Cenggo dan singgah di Puskesmas Reo.
Kehadiran Gibran di tengah warga menunjukkan bahwa kunjungan pemerintah ke wilayah terdampak tidak hanya berfokus pada laporan kerusakan dan penyaluran bantuan. Interaksi langsung dengan masyarakat juga menjadi bagian dari upaya memahami kondisi korban setelah gempa.
Bagi warga yang masih menghadapi kerusakan rumah, keterbatasan tempat tinggal, hingga ketidakpastian pemulihan, kehadiran pejabat negara di tengah mereka menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap situasi yang sedang dihadapi.
Gibran pun memastikan pemerintah akan terus menjalankan tanggung jawabnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di NTT.
