SUARBERITA.COM - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono memprioritaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah dengan angka stunting atau kurang gizi yang tinggi. Hal ini disampaikan langsung oleh Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Jumat (31/7).
Dilansir dari Jawa Pos, Sudaryono mengatakan, “Sudah ada wilayahnya, provinsi mana, kabupaten mana, kecamatan mana, hingga desanya. Saat ini, data tersebut sedang kami sinkronkan sehingga daerah yang menjadi prioritas dapat segera kami fokuskan. Terutama wilayah yang memiliki angka stunting tinggi.”
Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan bahwa fokus penanganan juga mencakup wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Sudaryono, daerah dengan angka stunting tinggi perlu menjadi prioritas penerima manfaat program MBG seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.
“3T ini sama dengan angka stuntingnya tinggi. Nggak hanya di Papua, tapi juga di NTT, di beberapa wilayah yang lain termasuk. Ada beberapa temuan di beberapa kabupaten di Jawa, ada yang memang angka stuntingnya cukup tinggi,” ujar Sudaryono.
Dengan demikian, BGN menargetkan program MBG dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan agar intervensi gizi bisa menekan prevalensi stunting tinggi. BGN berharap bahwa program MBG menjadi lebih tepat sasaran khususnya bagi anak-anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil.

