Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Fenomena Hujan es di Medan, suhu anjlok 6,6 derajat celsius

M Sayyid Ridhwan25 September 202602.15 WIB
Fenomena Hujan es di Medan, suhu anjlok 6,6 derajat celsius
Wikipedia

SUARBERITA.COM - Hujan es disertai angin kencang mengejutkan warga Medan, Sumatra Utara, setelah bongkahan es berbagai ukuran turun di sejumlah wilayah pada Rabu (23/9).

BMKG menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb), dengan kecepatan angin saat hujan tercatat mencapai 19 knot

Fenomena yang disebut terjadi di kawasan Medan Johor itu ramai diperbincangkan setelah sejumlah rekaman beredar di media sosial.

Salah seorang warga bernama Saul mengatakan hujan awalnya turun dalam bentuk gerimis. Intensitasnya kemudian meningkat hingga terdengar suara keras ketika butiran es menghantam atap seng.

Bongkahan yang turun memiliki ukuran bervariasi dan terlihat memercik ketika mengenai kendaraan yang melintas.

"Bongkahan esnya saya lihat variasi ukurannya. Ada yang kecil, ada yang besar juga. Ada sempat juga divideokan tadi. Memang betul pas mobil lewat pun tampak percikannya kena mobil," cerita Saul kepada Kompas.com.

PENJELASAN BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan lebat terjadi di sebagian wilayah Medan sekitar pukul 15.20 WIB.

Prakirawan BBMKG Wilayah I Martha Manurung menjelaskan hujan es umumnya terbentuk dari awan Cumulonimbus.

"Hujan es biasanya terjadi dari awan Cumulonimbus, dan berdasarkan data pengamatan dari BBMKG Wilayah I sekitar pukul 15.20 terjadi hujan lebat di sebagian wilayah kota Medan yang disertai dengan angin yang cukup kencang mencapai 19knot," ujar Martha, Rabu (23/9), dikutip detikSumut.

Data pengamatan juga menunjukkan perubahan kondisi atmosfer dalam waktu singkat. Pada pukul 15.00 WIB, angin masih tercatat calm atau tenang sebelum menguat menjadi 19 knot pada pukul 15.30 WIB.

"Hujan es sendiri terjadi dengan beberapa ciri yang dapat diamati, antara lain sebelum hujan, langit cepat berubah menjadi gelap/pekat, Angin tiba-tiba menguat dan berubah arah (dimana pada jam 15.00 WIB pengamatan angin calm, dan kemudian pada jam 15.30 berubah menjadi 19knot)," terangnya.

Perubahan juga terjadi pada suhu udara. BMKG mencatat suhu Medan sebesar 32,6 derajat Celsius pada pukul 15.00 WIB sebelum turun menjadi 26 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB, atau merosot 6,6 derajat Celsius hanya dalam satu jam.

"Suhu udara dapat terasa lebih dingin secara tiba-tiba (suhu udara pada jam 15.00 di 32,6 derajat Celsius menjadi 26 derajat Celsius pada pukul 16.00 WIB). Hujan turun sangat deras dalam waktu relatif singkat, sering disertai petir dan guntur," tambah Martha.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!