Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

DPR RI Menggema, Warga dari Berbagai Daerah Hingga Mahasiswa Bawa Tuntutan Berbeda

Chaterina R27 Agustus 202608.53 WIB
DPR RI Menggema, Warga dari Berbagai Daerah Hingga Mahasiswa Bawa Tuntutan Berbeda

SUARBERITA.COM - Aksi demostrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8), sudah mulai berlangsung sejak pagi. Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah dan elemen mahasiswa datang dengan membawa isu serta tuntutan yang berbeda-beda.

Salah satu kelompok yang hadir yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa dari Pati, Jawa Tengah, membawa tuntutan utama terkait pemberantasan korupsi. Mereka mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta mendorong penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Perwakilan Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, mengatakan pihaknya juga menginginkan adanya kepastian dari DPR mengenai pembahasan aturan tersebut. “Untuk skema aksi, kita berharap untuk disahkannya RUU Perampasan Aset sesuai dengan tuntutan kita atau DPR RI memberikan pernyataan sikap tertulis akan segera mengesahkan RUU tersebut segera mungkin,” kata Vander, dikutip dari Hariandisway.

Selain massa Pati, Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) turut bergerak ke Gedung DPR. Kelompok dari Depok, Jawa Barat, membawa sejumlah persoalan, di antaranya desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, persoalan rekening donasi warga, serta permintaan agar harga kebutuhan pokok kembali stabil.

Berbeda dengan kelompok tersebut, Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) datang dari Bangkalan, Jawa Timur, dengan membawa sikap yang lebih mendukung program pemerintah. Salah satu agenda mereka adalah menyuarakan dukungan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendorong adanya evaluasi agar pelaksanaanya semakin baik.

Dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) juga mengambil bagian dalam aksi. Kelompok ini membawa agenda yang lebih luas, mulai dari persoalan kebijakan pemerintah, ekonomi, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pemberantasan korupsi.

GERAM membawa 10 tuntutan, termasuk evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, penolakan kebijakan pajak yang dinilai membebani masyarakat, penyediaan pendidikan dan layanan kesehatan gratis, perlindungan pekerja, pengehentian kriminalisasi aktivis, serta penyitaan aset hasil korupsi. Aksi GERAM dijadwalkan berlangsung mulai siang hari di depan Gedung DPR RI.

Rangkaian aksi tersebut menunjukkan bahwa massa yang berkumpul di kawasan DPR hari ini tidak datang dengan satu agenda yang sama. Warga Pati dan Depok lebih banyak menyoroti pemberantasan korupsi dan persoalan ekonomi, RMP4 menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah, sementara kelompok mahasiswa dan masyarakat sipil membawa kritik yang lebih luas terhadap berbagai kebijakan nasional.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!