Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

DPR Imbau Mitigasi Karhutla Fokus pada Dampak demi Perlindungan dari Kabut Asap

Abd Munib4 Juni 202623.55 WIB
DPR Imbau Mitigasi Karhutla Fokus pada Dampak demi Perlindungan dari Kabut Asap

SUARBERITA.COM - Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengimbau agar mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengutamakan penanganan dampak yang ditimbulkan. Sebab, ancaman kabut asap dari karhutla memengaruhi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Imbauan disampaikan mengingat fluktuatifnya jumlah titik panas di Riau, meluasnya area yang terbakar dan proyeksi kekeringan dmusim kemarau 2026. Menurut Puan, upaya pengendalian karhutla harus berjalan beriringan dengan perlindungan warga yang terdampak.

“Pastikan perlindungan bagi warga dari dampak Karhutla selalu siap, terutama bagi kelompok paling rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil/menyusui, warga dengan penyakit komorbid, dan penyandang disabilitas,” imbau Puan dikutip dari website resmi parlemen, Kamis (4/6/2026).

Puan mendorong pemerintah menyediakan pos perlindungan udara bersih di kawasan padat penduduk, sekolah dan posyandu yang dilengkapi sistem filtrasi udara memadai. Fasilitas tersebut penting guna mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap saat kualitas udara memburuk.

Politisi PDI-P itu meminta instansi terkait menerapkan protokol respon cepat berdasarkan kondisi kualitas udara. “Ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian melampaui ambang, Pemerintah harus cepat memberikan rekomendasi untuk aktivitas harian warga,” katanya.

Selain itu, Puan menyoroti laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memproyeksikan potensi El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026 dengan peluang 50 hingga 80 persen. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla di sejumlah daerah.

“Karhutla memang merupakan krisis yang menguji koordinasi. Maka diperlukan sinergi dari semua stakeholder terkait,” lanjutnya.

Guna memperkuat perlindungan masyarakat, Puan meminta pemerintah memastikan ketersediaan layanan kesehatan termasuk obat inhalasi, oksigen portabel, masker berstandar SNI, dan klinik keliling di wilayah terdampak. Pihaknya mendorong penguatan armada pemadaman, pemulihan lahan pascakebakaran dan serta bantuan bagi pelaku usaha kecil yang terdampak kabut asap.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!