SUARBERITA.COM - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah menjadi perhatian publik setelah sempat menembus level Rp18.000 pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Kondisi tersebut langsung memicu beragam reaksi dari masyarakat di media sosial. Pantauan di platform X menunjukkan topik terkait pelemahan rupiah masuk dalam daftar tren. Banyak warganet mengaku khawatir dengan kondisi nilai tukar yang terus melemah, sementara sebagian lainnya meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Salah satu unggahan yang ramai mendapat perhatian datang dari akun @5kolk*** yang menulis, "Udah 18k please do something pak press."
dilansir dari detik, Pelemahan rupiah kali ini menjadi sorotan karena menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Angka tersebut merupakan salah satu level tertinggi yang pernah tercatat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Investing, dolar AS menguat 49,4 basis poin atau 0,28 persen ke level Rp18.015. Sepanjang perdagangan, mata uang Negeri Paman Sam itu bergerak dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.
Sementara itu, data Google Finance menunjukkan dolar AS sempat berada di level Rp18.010 sebelum kembali bergerak ke kisaran Rp17.971 pada pagi hari. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor, mulai dari biaya impor, harga bahan baku industri, hingga tekanan terhadap sejumlah komoditas yang bergantung pada transaksi mata uang asing.
Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu langkah lanjutan dari otoritas moneter serta perkembangan ekonomi global yang turut memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

