Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Dolar AS Menguat, Pengunjung Mal Turun hingga 20 Persen

Ulfa Safira21 Mei 202621.00 WIB
Dolar AS Menguat, Pengunjung Mal Turun hingga 20 Persen

SUARBERITA.COM - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang masih menguat terhadap rupiah berdampak pada kenaikan harga berbagai barang dan jasa di masyarakat. Sementara itu, pendapatan atau gaji pekerja cenderung stagnan dengan kenaikan yang relatif kecil setiap tahun. Kondisi ini membuat masyarakat, termasuk karyawan kantoran, harus lebih hemat dalam mengatur pengeluaran.

Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, Ellen Hidayat, mengatakan salah satu langkah penghematan yang kini banyak dilakukan adalah mengurangi frekuensi berbelanja dan makan di pusat perbelanjaan.

"semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan-kenaikan harga di masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers Festival Jakarta Great Sale 2026, Rabu (20/5/2026), dilansir dari detikfinance

Ellen menjelaskan, penurunan daya beli membuat pola konsumsi berubah. Banyak karyawan yang biasanya makan siang di mal kini memilih membawa bekal dari rumah, sehingga berdampak pada turunnya kunjungan pada hari kerja.

"Kita sudah mempelajari apa penyebabnya. Ya mungkin semua karyawan-karyawan juga menahan diri, yang biasanya kalau bekerja lima hari, lima hari makan di pusat belanja, sekarang mungkin cuma dua hari, yang lainnya mungkin bawa dari rumah. Itu yang saya dengar," lanjutnya.

Ia menambahkan, trafik pengunjung pusat perbelanjaan di Jakarta pada hari kerja turun sekitar 15–20 persen pada saat weekdays. Namun pada akhir pekan, jumlah pengunjung tetap stabil bahkan cenderung meningkat karena kunjungan keluarga.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!