Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Memanas, Massa Lempari Aparat dan Goyang Pagar Grahadi

M Rayhan Wildani K26 Juni 202622.05 WIB
Demo #IndonesiaSekarat di Surabaya Memanas, Massa Lempari Aparat dan Goyang Pagar Grahadi

SUARBERITA.COM - Aksi demonstrasi bertajuk "Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat" di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah memanas pada Kamis (26/6/2026) petang. Setelah beberapa jam menyampaikan aspirasi, situasi mulai memanas ketika sebagian massa melempari aparat yang berjaga di dalam area Grahadi.

Di tengah jalan, kobaran api dari tumpukan sampah terus menyala dan mengeluarkan kepulan asap. Suara letusan kembang api bersahut-sahutan, sementara sejumlah pengendara motor tampak menggeber mesin sambil berputar mengelilingi api. Sebagian peserta aksi juga menggoyang pagar Grahadi dan memukulnya menggunakan berbagai benda sebagai bentuk desakan agar perwakilan pemerintah menemui mereka.

Meski situasi memanas, aparat kepolisian tetap bertahan di balik pagar dan berulang kali mengimbau massa untuk menjaga ketertiban.

"Untuk massa aksi silakan mundur," seru petugas melalui pengeras suara.

Aksi tersebut membuat arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo terganggu. Pengendara yang hendak melintas pun diminta menghindari kawasan Grahadi karena akses jalan ditutup sementara selama demonstrasi berlangsung.

Dalam aksi itu, massa membawa 10 tuntutan yang mereka suarakan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

  2. Mencabut Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.

  3. Menciptakan lapangan kerja yang layak.

  4. Membubarkan Komando Teritorial serta menghentikan keterlibatan TNI di ranah sipil.

  5. Menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land.

  6. Membebaskan seluruh tahanan politik dan memulihkan nama baik mereka.

  7. Memprioritaskan anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan.

  8. Mewujudkan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.

  9. Membubarkan parlemen dan membangun kuasa rakyat.

  10. Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.

Sebelumnya, ratusan massa mulai memadati kawasan Grahadi sejak sekitar pukul 16.20 WIB. Mereka datang membawa spanduk, poster, serta berbagai atribut aksi yang berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih berjaga di sekitar Gedung Grahadi untuk mengantisipasi eskalasi situasi, sementara massa aksi tetap bertahan di lokasi.

"Untuk massa aksi silakan mundur," kembali disampaikan petugas melalui pengeras suara.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!