SUARBERITA.COM - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan pihaknya akan membahas rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Dony menyebut pertemuan dengan Dudy dijadwalkan berlangsung pada Jumat (2/10). Pembahasan tersebut salah satunya akan melihat rencana pengadaan KRL dari sisi biaya dan manfaatnya bagi transportasi publik.
"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub (Dudy Purwagandhi). Ini hari Jumat, kan ya? Iya. Harusnya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi berkait dengan itu," ujar Dony seusai menghadiri Executive Breakfast Meeting IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat(2/10), dikutip dari ANTARA
Dony belum menyatakan apakah Danantara mendukung rencana impor KRL bekas tersebut. Menurut dia, keputusan perlu dibahas terlebih dahulu dengan mempertimbangkan biaya yang diperlukan serta manfaat yang akan diperoleh.
"Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub," ujarnya.
Selain opsi impor, Danantara juga akan mempertimbangkan kemampuan produksi kereta di dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Dony mengatakan kebutuhan armada nantinya perlu disesuaikan dengan kapasitas produksi INKA.
"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif," ujar Dony.
Mengenai kemungkinan Danantara terlibat dalam pendanaan pengadaan KRL bekas tersebut, Dony belum memberikan kepastian. Menurut dia, hal itu masih membutuhkan perhitungan dan pembahasan lebih lanjut.
Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengusulkan pengadaan KRL bekas dari Jepang saat rapat bersama Komisi VI DPR RI. Usulan tersebut mendapat persetujuan dari Komisi VI.
Bobby mengatakan KAI membutuhkan tambahan 23 trainset untuk mendukung operasional KRL Jabodetabek. Tambahan armada itu rencananya dipenuhi melalui pengadaan KRL bekas.
Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak tujuh trainset akan menggunakan formasi 12 kereta atau SF12. Sementara 16 trainset lainnya menggunakan formasi delapan kereta atau SF8.
Penambahan armada tersebut diperlukan seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna KRL Jabodetabek.

