SUARBERITA.COM - Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) secara perdana menggelar pameran lelang resmi aset rampasan negara dari kasus korupsi dengan tajuk BPA Fair 2026. Sebelumnya, lelang resmi hanya dilakukan tanpa acara pameran secara terbuka. BPA Kejagung RI kini berinovasi menghadirkan konsep lelang resmi yang berbeda. Acara ini dilaksanakan di Kantor BPA Kejagung RI, Jakarta, pada 18-21 Mei 2026.
Menurut pantauan jurnalis Suar Berita, BPA Fair 2026 dihadiri berbagai kalangan baik masyarakat umum maupun pejabat pemerintah. Pengunjung dapat melakukan registrasi terlebih dahulu secara gratis sebelum datang ke lokasi melalui laman resmi bpafair.com. Setelah melakukan registrasi, pengunjung mendapatkan email yang berisi barcode untuk akses masuk.
Berdasarkan keterangan dari salah satu petugas Kejagung RI, acara ini digelar sebagai bentuk transparasi pemerintah dalam mengelola aset rampasan negara dari kasus korupsi. Kejagung RI juga tidak pernah menggunakan aset tersebut untuk kepentingan kantor alias hanya disimpan dan dirawat. Seluruh aset yang dipamerkan dapat dilelang oleh siapa saja melalui pengajuan bid dengan minimum harga penawaran dan hasil penjualannya disetor menjadi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).
Lebih lanjut, aset rampasan negara dari kasus korupsi yang dipamerkan telah dinyatakan inkrah atau selesai dengan hukum berkekuatan tetap sehingga pemerintah menjamin legalitas dokumen kepemilikan bagi pelelang. Untuk aset dari kasus yang belum inkrah hanya disimpan oleh BPA Kejagung RI dan belum boleh dilelang hingga kasus dinyatakan inkrah.
Beberapa jenis aset dari kasus yang telah dinyatakan inkrah yaitu 35 kendaraan, 460 properti, 78 perhiasan dan logam mulia, 55 tas, 11 patung dan benda seni, 36 lukisan, dan 13 alat musik. Dari aset tersebut, pemerintah secara terbuka memberikan kesempatan bagi publik untuk melihat barang sitaan negara bahkan melakukan lelang. Melalui BPA Fair 2026, Indonesia mencatat sejarah dalam mengadakan pameran lelang resmi aset rampasan negara untuk pertama kali.
