Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

BNPB Percepat Rehab-Rekon 77.912 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

M Rayhan Wildani K28 Agustus 202609.13 WIB
BNPB Percepat Rehab-Rekon 77.912 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT

SUARBERITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai mempercepat tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses pemulihan tersebut sudah berjalan meski masa tanggap darurat belum berakhir.

BNPB menerjunkan tim Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi ke tujuh kabupaten terdampak untuk membantu pemerintah daerah memastikan pendataan kerusakan rumah berjalan akurat. Langkah ini menjadi penting karena data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan serta prioritas pembangunan kembali.

Dalam data sementara yang dikunci pada 24 Agustus 2026, BNPB mencatat sebanyak 77.912 rumah mengalami kerusakan. Jumlah itu terdiri dari 24.597 rumah rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan rumah terbanyak, yakni mencapai 18.802 unit.

Tujuh daerah yang masuk dalam pendataan tersebut yakni Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka. BNPB kemudian melakukan verifikasi untuk memastikan data kerusakan tercatat berdasarkan nama dan alamat warga atau by name by address.

Percepatan pendataan juga dilakukan melalui pelibatan organisasi perangkat daerah dan relawan sebagai enumerator. BNPB menggelar bimbingan teknis di Manggarai pada 26 Agustus untuk menyamakan metode pendataan dan penilaian tingkat kerusakan rumah. Kegiatan serupa sebelumnya dilakukan di Manggarai Barat dan akan diperluas ke wilayah terdampak lainnya.

Selain pendataan darat, BNPB sehari sebelumnya juga melakukan survei udara dari Manggarai Barat hingga Nagekeo untuk melihat kondisi lanskap wilayah terdampak. Pemantauan tersebut antara lain digunakan untuk memvalidasi laporan mengenai titik-titik terdampak, termasuk kawasan pesisir yang dilaporkan mengalami dampak tsunami.

BNPB menempatkan akurasi data sebagai tahap awal sebelum pembangunan kembali dilakukan. Konsep yang digunakan adalah build back better, sehingga pemulihan tidak sekadar mengganti rumah yang rusak, tetapi diarahkan untuk menghasilkan hunian dan kehidupan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana berikutnya.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!