SUARBERITA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat (Kalbar) disebut mulai menunjukkan dampak nyata. Selain pemenuhan gizi masyarakat, MBG dikalim berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya
menyampaikan hal itu dalam kegiatan Sinergi Ekonomi Kerakyatan di Kubu Raya,
Selasa (12/5/2026). Ia menegaskan MBG kini berkembang menjadi penggerak ekonomi
daerah yang melibatkan banyak pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah sampai saat ini di jajaran Kalimantan Barat
sudah ada 508 SPPG yang terverifikasi dan sebagian besar sudah operasional,
telah menyerap 20.381 orang saudara-saudara kita yang berada pada tingkat
kemiskinan,” kata Sony dikutip dari suara.com, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, tenaga kerja yang terserap mayoritas berasal
dari kelompok miskin ekstrem, khususnya desil 1 dan desil 2. Skema ini dinilai
memberi ruang kerja sekaligus memperkuat daya beli masyarakat bawah.
Selain tenaga kerja, Program MBG juga menggerakkan rantai
pasok pangan lokal. Sony menyebut sedikitnya 2.000 pemasok terlibat dalam
pemenuhan kebutuhan harian program.
“(Seluruh SPPG tersebut) telah memberikan pelayanan kepada
995.321 penerima manfaat dan menyerap bahan-bahan pokok yang setiap hari
dibutuhkan dari 2.000 supplier, ada BUMDES, BUMD hingga UMKM,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, arus belanja program yang besar turut
menciptakan efek ekonomi berantai di daerah. Pemerintah mencatat anggaran MBG
di Kalimantan Barat mencapai Rp16,8 miliar per hari yang tersebar di berbagai
wilayah.
Sony menilai, keterlibatan UMKM dan BUMDes menjadi kunci
agar program tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi juga memperkuat
ekonomi produksi di daerah.
Dengan skema yang menghubungkan gizi, tenaga kerja dan ekonomi lokal, MBG di
Kalimantan Barat diklaim mendorong pemerataan ekonomi sekaligus penguatan
ekonomi kerakyatan.

