SUARBERITA.COM - Penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan. Setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026), pemerintah mulai mempercepat distribusi bantuan, termasuk ke wilayah kepulauan yang terdampak cukup parah.
Gempa tersebut berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami.
Dampaknya cukup besar. Hingga pendataan terbaru, sebanyak 7.968 rumah dan 744 fasilitas umum serta infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan. Data tersebut masih dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.
Salah satu wilayah yang kini menjadi perhatian adalah Pulau Palue, Kabupaten Sikka. BNPB bersama tim gabungan mengirimkan bantuan melalui jalur laut dan udara untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga.
Dikutip dari detik, Bantuan yang dikirim pada Senin (17/8) antara lain 150 tenda keluarga, 400 matras, enam genset, 600 paket sembako, 100 dus air minum, 1,6 ton beras, 300 selimut, hygiene kit, kidsware, serta minyak goreng. Bantuan tersebut tiba menggunakan KMP Ile Ape pada sore hari dan langsung dibongkar untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Distribusi bantuan masih menghadapi tantangan karena sejumlah akses jalan mengalami kerusakan. Sebelumnya, bantuan tahap pertama juga telah dikirim menggunakan speedboat milik Polair.
Selain kebutuhan logistik, pemerintah juga melakukan pemulihan layanan dasar. Dari enam gardu distribusi yang terdampak di wilayah Palue, empat telah kembali menyala, sementara dua lainnya masih dalam proses perbaikan. Delapan tenaga medis juga dikerahkan untuk membantu pelayanan kesehatan warga terdampak.
Pemerintah bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan relawan terus melakukan pendataan serta distribusi bantuan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat segera terpenuhi.
