SUARBERITA.COM - Kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk mengantisipasi risiko serupa, Pemerintah Kabupaten Rembang mulai menerapkan sertifikasi kompetensi bagi chef atau juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan makanan yang disajikan aman, higienis dan sesuai standar gizi.
Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji kompetensi chef MBG di Pendapa SPPG Pasar Banggi, Sabtu Mei 2026. Bupati Rembang Harno menegaskan, program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan. Lebih dari itu, menjamin kualitas serta keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
“Saya titip pesan kepada chef, tugas intinya adalah memastikan makanan aman dikonsumsi, kandungan gizinya terpenuhi dan kualitasnya tetap terjaga,” ujar Harno dikutip dari jatengprov.go.id, Selasa (12/5/2026).
Program sertifikasi melibatkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Jasa Boga Nusantara. Sebanyak 36 peserta mengikuti ujian tertulis dan lisan untuk mengukur kemampuan pengolahan pangan sesuai standar nasional.
Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Satgas MBG, M Hanies Cholil Barro’, mengatakan sertifikasi dilakukan sebagai upaya memperkuat standar layanan di seluruh dapur MBG yang telah beroperasi.
“Dari 69 SPPG yang beroperasi saat ini, sekitar 30-an chef mengikuti sertifikasi. Ke depan seluruh SPPG akan kami dorong memiliki tenaga pengolah makanan yang kompeten dan tersertifikasi,” katanya.
Pemkab Rembang berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

