Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Ancaman Pelemahan Mata Uang Rupiah, Diprediksi Menyentuh Rp18.100 per Dolar AS Pekan Ini

Moh Wasil Haqqullah29 Juni 202613.00 WIB
Ancaman Pelemahan Mata Uang Rupiah, Diprediksi Menyentuh Rp18.100 per Dolar AS Pekan Ini

SUARBERITA.COM - Ketidakpastian ekonomi kembali membayangi pasar keuangan domestik. Rupiah menunjukkan tren depresiasi signifikan sepanjang pekan lalu, memicu kekhawatiran pelaku pasar akan potensi pelemahan lebih dalam pada perdagangan minggu yang akan datang.

Sepanjang periode 22-26 Juni 2026, nilai tukar rupiah tertekan 79 poin atau 0,4%, ditutup di level Rp17.922 per dolar AS, turun dari Rp17.843 pada pekan sebelumnya. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah masih berisiko melemah dengan rentang perdagangan Rp17.880 hingga Rp18.100 per dolar AS. "Dolar AS dalam sepekan ke depan kemungkinan besar akan diperdagangkan di kisaran 100.600, kemudian level resistance-nya berada di 102.100. Jadi ada peluang indeks dolar AS menguat cukup tajam," ujar Ibrahim dalam keterangannya. Dikutip dari Berita Satu, Senin (29/6/2026).

Menurutnya, faktor pemicu utamanya adalah ketegangan geopolitik, seperti insiden di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina, serta volatilitas harga minyak mentah dunia yang diperkirakan bergerak antara US$ 64,5 hingga US$ 75,1 per barel. Faktor-faktor eksternal ini menjadi penentu utama arah pergerakan dolar AS dan nilai tukar rupiah pekan depan. Kombinasi sentimen global yang negatif tersebut membuat mata uang nasional berada dalam posisi yang sangat rentan terhadap tekanan pasar global yang terus bergejolak.

Secara keseluruhan, risiko pelemahan Rupiah ke level Rp18.100 cukup terbuka lebar. Stabilitas nilai tukar sangat bergantung pada dinamika geopolitik global dan harga minyak. Investor perlu mencermati perkembangan situasi eksternal ini, karena tekanan yang terus berlanjut akan menantang resiliensi ekonomi domestik dalam menjaga stabilitas mata uang di tengah ketidakpastian tinggi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!