SUARBERITA.COM - Kekhawatiran potensi keluarnya dana asing dari pasar saham Indonesia menguat menjelang pengumuman evaluasi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pekan ini. Menyikapi situasi tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi meminta investor tidak terpancing kepanikan karena regulator telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan dampak pasar.
Friderica mengatakan perubahan bobot maupun potensi keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan bagian dari konsekuensi reformasi pasar modal yang tengah dilakukan pemerintah dan regulator. Menurutnya, tekanan jangka pendek tidak bisa dihindari, namun diyakini akan membawa dampak positif bagi penguatan pasar dalam jangka panjang.
“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi insyaallah long term gain,” ujar Friderica dikutip dari IDNFinancials.com, Senin (11/5/2026).
Dia menjelaskan reformasi pasar modal mencakup penguatan integritas perdagangan saham, pendalaman pasar, hingga peningkatan kualitas perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. OJK juga menilai struktur pasar domestik kini lebih kuat karena tidak lagi terlalu bergantung pada investor asing.
Menurut Friderica, jumlah investor pasar modal yang telah mencapai sekitar 26 juta menjadi penopang penting stabilitas pasar di tengah tekanan global dan sentimen eksternal.
OJK menegaskan evaluasi MSCI tidak perlu disikapi secara berlebihan. Regulator meminta pelaku pasar tetap rasional dan tidak membangun sentimen negatif yang dapat memicu gejolak di bursa. Pemerintah optimistis reformasi yang dijalankan akan memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

