Suar Berita
News

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Sampaikan Permohonan Maaf Usai Aksi Arogannya Terekam Dan Viral

Moh Wasil Haqqullah21 Oktober 202612.00 WIB
Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Sampaikan Permohonan Maaf Usai Aksi Arogannya Terekam Dan Viral
Ajudan Gubernur Kaltim Briptu Asky Rizal Toding. (Liputan6.com/ Dok Liputan6 SCTV)

SUARBERITA.COM - Briptu Asky Rizal Toding, personel polisi yang bertugas sebagai ajudan Gubernur Kalimantan Timur, menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka usai rekaman video sikap arogannya terhadap demonstran mendadak viral.

Permohonan maaf tersebut disampaikannya secara langsung melalui rekaman video berdurasi singkat yang beredar luas di media sosial. Briptu Asky mengakui kekhilafannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa saat mendampingi kepala daerah bertugas di lapangan.

"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan dan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," katanya. Dikutip dari Liputan 6 Rabu (21/10/2026).

Insiden tersebut bermula saat kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkait penanganan kebakaran hutan serta evaluasi kinerja Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Samarinda, Senin (19/10/2026). Merasa diabaikan usai menunggu sejak siang hari, massa menghadang rombongan gubernur saat menuju ke Masjid Nurul Mu'minin untuk meminta penjelasan langsung.

Ketika pengunjuk rasa melontarkan pertanyaan, Briptu Asky yang berada di sekitar lokasi bertindak represif dengan sengaja menyenggolkan badannya ke arah mahasiswa yang tengah merekam momen kedatangan rombongan. Asky menegaskan bahwa tindakan provokatif tersebut merupakan aksi spontanitas pribadi tanpa arahan dari pimpinan.

"Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," katanya. Dampak dari gelombang protes netizen juga menyebabkan akun Instagram pribadinya langsung menghilang dari ranah publik.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sikap humanis para pengawal pejabat publik agar tetap menjaga etika serta menghormati kebebasan berpendapat masyarakat dalam alam demokrasi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!