Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

613 Operasi SAR Kecelakaan Kapal hingga Agustus 2026, Alarm Keselamatan Pelayaran Indonesia

M Rayhan Wildani K20 Agustus 202611.28 WIB
613 Operasi SAR Kecelakaan Kapal hingga Agustus 2026, Alarm Keselamatan Pelayaran Indonesia

SUARBERITA.COM - Keselamatan pelayaran di Indonesia perlu mendapat perhatian serius. Hingga 19 Agustus 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 613 operasi SAR akibat kecelakaan kapal di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan keselamatan di laut tidak bisa hanya dilihat sebagai rangkaian kejadian yang berdiri sendiri. Dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan, operasi pencarian dan pertolongan harus dilakukan ratusan kali untuk menangani berbagai persoalan yang terjadi pada kapal maupun penumpangnya.

Terlebih, dalam beberapa bulan terakhir, kecelakaan dan insiden kapal terjadi secara bertubi-tubi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya pencegahan, bukan hanya meningkatkan respons setelah kecelakaan terjadi.

Data Basarnas menunjukkan, persoalan yang memicu operasi SAR juga sangat beragam. Man over board atau orang jatuh dari kapal menjadi salah satu kejadian terbanyak dengan 178 kasus. Kemudian terdapat 103 kasus kapal mati mesin, yang dapat membuat kapal kehilangan kemampuan bergerak dan berisiko terombang-ambing di tengah perairan. Sebanyak 92 kasus lainnya berkaitan dengan kapal hilang kontak.

Basarnas juga mencatat 63 kejadian kapal tenggelam dan 52 kapal terbalik. Selain itu, terdapat 52 operasi evakuasi medis atau medevac. Sementara itu, kapal terbakar tercatat 15 kejadian, kapal kandas 13 kejadian, kapal bocor dan tubrukan masing-masing 12 kejadian, kapal hanyut enam kejadian, kerusakan konstruksi dua kejadian, serta satu kejadian kapal miring.

Dari seluruh operasi tersebut, sebanyak 3.179 orang berhasil diselamatkan. Namun, 245 orang meninggal dunia dan 210 lainnya masih dinyatakan hilang. Total terdapat 3.634 orang yang tercatat dalam operasi SAR tersebut.

Besarnya angka operasi dan korban menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran perlu dipandang sebagai persoalan yang membutuhkan evaluasi menyeluruh. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan, mulai dari pemeriksaan kelayakan kapal, kondisi mesin, ketersediaan alat keselamatan, sistem komunikasi, hingga pengawasan terhadap kondisi pelayaran.

Dengan kecelakaan yang terus berulang, langkah pencegahan menjadi sama pentingnya dengan kecepatan evakuasi ketika insiden terjadi. Jangan sampai operasi SAR terus bertambah sementara akar persoalan keselamatan di laut tidak segera dibenahi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!