SUARBERITA.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, berdampak pada aktivitas wisata. Pengelola menutup sementara empat pintu masuk untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran di kawasan konservasi tersebut.
Penutupan mulai berlaku pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Kebijakan itu mencakup pintu masuk Tanjung Harapan, Natai Lengkuas, Sungai Buluh Besar, dan Sungai Buluh Kecil.
Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Yohan Hendratmoko, meminta masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata mematuhi kebijakan tersebut. Pengunjung juga diimbau tidak melakukan aktivitas wisata melalui empat akses yang ditutup sementara.
Meski demikian, penutupan tidak berlaku untuk seluruh jalur wisata di Taman Nasional Tanjung Puting. Kunjungan menuju Pondok Tanggui dan Camp Leakey masih dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengelola juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati menggunakan api guna mencegah kebakaran semakin meluas. Wisatawan yang telah merencanakan perjalanan ke kawasan tersebut perlu memastikan kembali akses yang masih dapat digunakan sebelum berangkat.
Karhutla Ancam Kawasan Konservasi
Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena kawasan ini merupakan habitat penting orang utan Kalimantan dan berbagai satwa liar lainnya.
Kementerian Kehutanan sebelumnya memperkuat operasi pemadaman melalui pengerahan personel gabungan, penambahan sumur bor, serta dukungan pemadaman dari darat dan udara. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pesalat karena berada dekat dengan area pemberian pakan orang utan.
Dalam siaran pers pada 14 Oktober 2026, Kementerian Kehutanan menyebut pemadaman diprioritaskan di sejumlah lokasi, termasuk Teluk Pulai, Sungai Buluh Kecil, Sungai Buluh Besar, Sungai Baung, dan Tanjung Rengas.
Penutupan empat pintu wisata menjadi bagian dari pembatasan aktivitas pengunjung di tengah upaya penanganan kebakaran. Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali empat akses itu.
Masyarakat dan pelaku jasa wisata diharapkan mengikuti informasi terbaru dari Balai Taman Nasional Tanjung Puting serta mematuhi arahan petugas selama penanganan karhutla berlangsung.

