SUARBERITA.COM - Sebanyak 252 siswa di Pulogebang, Jakarta Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menangani kasus ini secara serius dengan melakukan pemeriksaan laboratorium hingga evaluasi terhadap dapur penyedia makanan.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menelusuri penyebab insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada menu pangsit isi tahu yang dilaporkan memiliki rasa masam.
“Pemprov DKI Jakarta sangat prihatin dan menanggapi serius kasus dugaan keracunan pangan ini. Sampel makanan sudah diambil untuk uji laboratorium dan hasilnya diperkirakan keluar pekan depan,” kata Chico, dikutip dari detik.com, Senin (11/5/2026).
Chico menambahkan seluruh siswa yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis. Pemprov juga akan mengevaluasi operasional SPPG Pulogebang 15 yang menyuplai makanan ke sekolah terdampak.
“Saat ini dari total 609 SPPG di Jakarta, baru 167 yang memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. SPPG Pulogebang 15 sendiri masih dalam proses pengurusan sertifikat tersebut,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyebut pihaknya telah melakukan pembinaan dan inspeksi kesehatan lingkungan terhadap SPPG terkait.
"Dinas Kesehatan melalui Sudin Kesehatan Jakarta Timur telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang," kata Ani.
Kasus dugaan keracunan massal ini menjadi sorotan terhadap pengawasan keamanan pangan dalam program MBG. Pemprov DKI menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar distribusi makanan bergizi bagi siswa tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.

