Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

1.085 Titik Api Karhutla Terdeteksi, Kemenhut Kerahkan Armada Udara Nasional

Moh Wasil Haqqullah14 Oktober 202611.00 WIB
1.085 Titik Api Karhutla Terdeteksi, Kemenhut Kerahkan Armada Udara Nasional
Update sebaran titik api Karhutla 13 Oktober 2026 (Dok: sipongi.gakkum.kehutanan.go.id)

SUARBERITA.COM - Kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan masih berlangsung. Kemenhut melaporkan ribuan hotspot, mengerahkan armada udara, serta mengimbau masyarakat waspada terhadap kualitas udara berbahaya.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan sebanyak 1.085 hotspot terdeteksi melalui satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 pada Senin (12/10/2026) pukul 21.00 WIB. Hotspot ini menjadi indikasi titik panas yang berpotensi kebakaran, meski tidak selalu berarti api aktif.

Sebaran titik api terbanyak berada di Kalimantan Tengah dengan 227 titik, disusul Sumatera Selatan 147 titik, Kalimantan Selatan 113 titik, Kalimantan Barat 31 titik, dan Jambi 24 titik.

Untuk penanganan, Kemenhut mengerahkan 61 armada udara, terdiri dari 17 unit patroli dan operasi modifikasi cuaca, serta 44 unit untuk water bombing. Operasi ini difokuskan di enam provinsi prioritas: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

“Tim gabungan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di enam wilayah prioritas,” jelas Kemenhut. Dikutip dari Liputan 6 Selasa (13/10).

Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, serta masyarakat. BMKG mencatat kualitas udara di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kemenhut mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!