Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Yayasan Minta Klaim Ekskul Menembak di Sekolah Jaksel Dibuktikan

M Rayhan Wildani K10 Agustus 202612.00 WIB
Yayasan Minta Klaim Ekskul Menembak di Sekolah Jaksel Dibuktikan

SUARBERITA.COM - Temuan ratusan senjata di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, masih menyisakan perbedaan keterangan antara pihak yayasan dan mantan pengurus yayasan. Salah satu persoalan yang kini dipersoalkan adalah klaim bahwa ratusan airsoft gun tersebut berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Sebelumnya, pihak yang mewakili mantan ketua yayasan IWD menyebut senjata-senjata tersebut disimpan di sekolah karena pernah ada rencana kerja sama dengan PT Lokta Karya Perbakin untuk membuat kegiatan menembak bagi siswa.

Rencana tersebut disebut muncul sekitar 2020, tetapi kemudian tidak berjalan setelah pembina yayasan, Suryo, meninggal dunia. Ratusan senjata itu akhirnya disebut tetap berada di gudang sekolah.

Kini, pihak yayasan memberikan tanggapan berbeda. Kuasa hukum yayasan, Alvon Kurnia Palma, meminta pihak yang menyebut senjata tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menunjukkan bukti yang mendukung pernyataan tersebut.

"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi hal-hal yang melegitimasi sesuatu yang sebenarnya tidak benar," ujar Alvon di Jakarta dikutip dari detik, Minggu (9/8/2026).

Menurut Alvon, pihak yayasan juga mempertanyakan klaim bahwa Suryo mengetahui ataupun menyetujui rencana kegiatan tersebut. Ia menyebut kondisi Suryo ketika itu sudah sangat lanjut usia.

"Perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun. Bukan menafikan kemampuan, tetapi pada saat itu untuk Pak Suryo sendiri untuk memahami, mengetahui, dan menyetujui suatu usulan itu ada persoalan. Ada keterbatasan-keterbatasan ketika itu," katanya.

Perbedaan keterangan tersebut membuat asal-usul dan alasan penyimpanan ratusan senjata di lingkungan sekolah menjadi salah satu bagian yang perlu diperjelas.

Di sisi lain, polisi juga tengah mendalami keberadaan senjata tersebut, termasuk asal-usul, izin kepemilikan, hingga tujuan penyimpanannya. Mantan ketua yayasan IWD dijadwalkan dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan terkait temuan tersebut.

Dengan adanya dua keterangan yang berbeda, bukti mengenai keberadaan maupun persetujuan kegiatan ekstrakurikuler menembak menjadi penting untuk menjelaskan bagaimana ratusan senjata tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!