SUARBERITA.COM - Proyek pembangunan kawasan Pakuwon di Gombel Lama, Semarang, masih berlangsung di tengah keluhan warga sekitar. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari retakan pada dinding hingga kondisi lantai yang disebut semakin turun.
Keluhan tersebut menjadi perhatian karena warga merasa kondisi rumah mereka berubah setelah aktivitas pembangunan berlangsung. Mereka khawatir kerusakan akan semakin parah apabila pekerjaan proyek terus berjalan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mencatat terdapat 19 rumah warga yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 14 rumah disebut memiliki indikasi keterkaitan dengan aktivitas pembangunan Pakuwon, sementara sisanya berkaitan dengan pekerjaan perbaikan jalan.
DLH masih melakukan evaluasi untuk memastikan penyebab kerusakan rumah warga. Pemerintah perlu melihat kondisi bangunan sebelum dan sesudah proyek berjalan agar dapat menentukan apakah kerusakan memang berkaitan dengan aktivitas pembangunan.
Salah satu warga, Misiyati, mengaku kondisi rumahnya semakin mengkhawatirkan. Retakan yang sebelumnya tidak terlalu parah disebut semakin melebar, disertai perubahan pada bagian lantai dan plafon rumah.
“Dulu memang sudah ada retak, tapi tidak separah sekarang. Setelah ada pembangunan itu, retakan semakin melebar. Lantainya amblas, plafon kamar mandi juga jebol,” kata Misiyato, dikutip dari Indoraya, (10/8).
Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak nyaman berada di dalam rumah, terlebih ketika malam hari. Kekhawatiran terhadap keamanan bangunan juga membuat sebagian warga takut untuk tidur dengan tenang di rumahnya sendiri.
Di sisi lain, proyek Pakuwon masih terus berjalan. Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai penyebab kerusakan serta memastikan adanya penanganan apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya dampak dari aktivitas proyek.
DLH sendiri masih mengevaluasi kondisi di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menjawab kekhawatiran warga sekaligus menentukan bentuk penanganan terhadap rumah yang terdampak.

