SUARBERITA.COM - Aksi gotong royong warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp1 miliar untuk memperbaiki Jalan dan Jembatan Enang-Enang menuai apresiasi dari Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Meski mengapresiasi inisiatif masyarakat, pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus tetap memenuhi standar keselamatan agar aman digunakan dalam jangka panjang.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian masyarakat yang bergotong royong memperbaiki akses transportasi di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Namun, ia menegaskan perbaikan secara swadaya belum cukup untuk menjamin keamanan pengguna jalan.
“Kita berterima kasih, pasti. Tapi, aksi swadaya itu belum cukup. Masih ada beberapa hal teknis yang harus di tambahkan di sana agar memenuhi standar keamanan,” ujar Dody saat meninjau jalan di Bojonegara, Serang, dikutip dari BITV, (6/7). Ia juga menyatakan akan mengunjungi Aceh untuk memastikan kondisi jembatan benar-benar layak dilalui para warga.
Jembatan Enang-Enang merupakan akses vital bagi masyarakat di kawasan Dataran Tinggi Gayo. Kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 membuat aktivitas warga terganggu selama berbulan-bulan, sehingga masyarakat memilih menggalang dana dan membangun kembali akses tersebut secara mandiri.
Semangat gotong royong warga mendapat banyak apresiasi karena mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan. Meski demikian, pemerintah memastikan akan melakukan penyempurnaan konstruksi agara jembatan memenuhi spesifikasi teknis dan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat mempercepat pemulihan infrastruktur di daerah terdampak bencana. Inisiatif warga dinilai menjadi contoh kuat bahwa semangat kebersamaan dapat menjadi pendorong percepatan pembangunan, sementara pemerintah tetap bertanggung jawab memastikan kualitas dan keselamatan infrastruktur publik.

