SUARBERITA - Wabah Hantavirus di kapal pesiar Belanda, MV Hondius, memicu polemik setelah otoritas Kepulauan Canary menolak rencana kedatangan kapal tersebut. Kapal itu sebelumnya berlayar dari Argentina sekitar satu bulan lalu dan kini berlabuh di dekat Tanjung Verde.
Pemerintah Spanyol menyetujui evakuasi ke Kepulauan Canary.
Namun, otoritas setempat menolak dengan alasan kurangnya informasi teknis dan
jaminan keselamatan. Presiden Canary, Fernando Clavijo, mendesak pertemuan
dengan Perdana Menteri Pedro Sanchez.
“Keselamatan penumpang dan penduduk harus menjadi prioritas dengan dasar keputusan yang jelas dan transparan,” ujar Fernando Clavijo, dikutip dari BBC, Kamis
(7/5/2026).
Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengonfirmasi dua kasus
strain Andes dari hantavirus pada penumpang yang dipindahkan dari kapal.
Otoritas menegaskan penularan antar manusia jarang terjadi dan umumnya melalui
kontak sangat dekat.
Hingga kini, tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Dilansir
dari BBC terdapat 149 penumpang dari 23 negara masih berada di kapal dengan
protokol ketat. Data Organisasi Kesehatan Dunia mencatat tiga kasus
terkonfirmasi dan lima dugaan infeksi di atas kapal.
Virus ini biasanya ditularkan melalui hewan pengerat, namun
strain Andes alias varian dari Hantavirus diketahui dapat menyebar antar
manusia. Misalnya, melalui paparan urin, feses atau air liur hewan pengerat.
Hewan pengerat merupakan kelompok mamalia dengan ciri gigi
seri tajam untuk menggerogoti makanan atau benda keras.

