SUARBERITA.COM - Tahun ajaran baru 2026/2027 menghadirkan cerita yang memprihatinkan dari dunia pendidikan. SDN 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, hanya menerima dua peserta didik baru. Jumlah tersebut jauh dari kapasitas ideal sebuah sekolah dasar negeri dan menjadi sorotan publik setelah kisahnya ramai diperbincangkan.
Meski jumlah siswa baru sangat minim, aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa. Para guru menyambut kedua murid tersebut dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagaimana dilakukan di sekolah lain. Kondisi ini menunjukkan komitmen tenaga pendidik untuk tetap memberikan layanan pendidikan yang maksimal kepada setiap siswa berapa pun jumlahnya.
Menurut guru SDN 1 Gedung Meneng, Rita, sekolah tetap melaksanakan seluruh rangkaian MPLS meski hanya diikuti dua siswa baru. Ia juga menyebut saat ini sekolah memiliki sekitar 40 siswa aktif yang didampingi tenaga pendidik, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal. Rita berharap masih ada kemungkinan tambahan peserta didik melalui proses mutasi pada tahun ajaran berjalan, dikutip dari detikSumbagsel.
Fenomena sekolah dengan jumlah peserta didik yang terus menurun bukan hanya terjadi di Bandar Lampung. Sejumlah daerah di Indonesia juga menghadapi persoalan serupa akibat berbagai faktor, mulai dari menurunnya angka kelahiran, perpindahan penduduk, hingga semakin ketatnya persaingan antar-sekolah dalam menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Di tengah tantangan tersebut, keberadaan sekolah negeri tetap memiliki peran penting dalam memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang layak. Kisah SDN 1 Gedung Meneng menjadi pengingat bahwa pemerataan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak.

