SUARBERITA.COM – Pascainsiden KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur akibat signal error dan sebelumnya KRL Commuter Line Cikarang menabrak taksi listrik Green SM yang berhenti di tengah rel kereta, Arifah Fauzi selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusulkan pemindahan gerbong perempuan di posisi tengah dengan diimpit gerbong laki-laki di posisi depan dan belakang.
Tak berselang lama, usulan tersebut menuai kontroversi publik dan mendadak ramai di media sosial. Banyak yang tidak setuju dengan usulan tersebut karena keselamatan tidak memandang gender atau jenis kelamin. Masyarakat menilai bahwa laki-laki dan perempuan tidak boleh menjadi korban dalam kejadian apa pun. Saking viralnya pernyataan Menteri PPPA, Arifah Fauzi meminta maaf kepada masyarakat melalui akun media sosial.
Dilansir dari Kompas, Arifah Fauzi mengatakan, “Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut. Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki.”
Lebih lanjut, Arifah menyesalkan pernyataan pemindahan gerbong perempuan di posisi tengah dengan mengorbankan posisi gerbong laki-laki. Arifah juga tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang lain khususnya laki-laki. Arifah pun berkomitmen untuk lebih hati-hati dalam memberikan pernyataan kepada masyarakat dan memperbaiki komunikasi publik.

