Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Penutupan Munas Konbes NU 2026 di Bangkalan Oleh Presiden Prabowo Subianto

Moh Wasil Haqqullah23 Juni 202615.32 WIB
Penutupan Munas Konbes NU 2026 di Bangkalan Oleh Presiden Prabowo Subianto

SUARBERITA.COM - Setelah kunjungan kerja selesai di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 yang di selenggarakan di Institut Agama Islam Syaichona Moh. Cholil Kabupaten Bangkalan. Acara tersebut mengangkat tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat Untuk Kemaslahatan Bangsa".

Presiden RI juga di dampingi oleh Ketua MPRI RI (Ahmad Muzani), Menko Bidang Infrastruktur (Agus Harimurti Yudhoyono), Menko Pangan (Zulkifli Hasan), Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), Menteri Sosial (Saifullah Yusuf), Menteri Agraria dan Tata Ruang (Nusron Wahid), Menteri Agama, Kapolri dan para pejabat yang lain.

Acara Munas dan Konbes dibuka oleh KH. Yahya Cholil Staquf untuk menyampaikan laporannya, Gus Yahya menyatakan bahwa "Munas dan Konbes merupakan acara paling strategis, melalui acara ini kami semua mendukung dan rela berkorban bagi NKRI." Ucap Gus Yahya, dilansir dari Cita Intertainmet, Selasa (23/6/2026).

Nahdlatul Ulama selalu mendukung program kerja yang menyejahterakan rakyat, termasuk kerangka Presiden Prabowo yang selalu mendukung keutamaan rakyat. Hal ini disampaikan oleh Rais 'Aam K.H. Miftachul Akhyar.

Acara pamungkas ditutup pembacaan doa oleh K.H. Anwar Iskandar sekaligus menutup acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang diselenggarakan siang hari di IAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Presiden Prabowo menyampaikan pidato setelah acara pamungkas, ia mengatakan bahwa "NU selalu menjadi mercusuar sebelum Indonesia merdeka, NU sendiri adalah organisasi yang mengedepankan nasionalisme". Ujar Prabowo dilansir langsung Live Cita Intertainmet, Selasa (23/6/2026).

"NU adalah organisasi yang paling dekat dengan rakyat ditingkatan Desa, perkembangan ini secara alamiah bertransformasi menjadi aparat di pemerintahan." Tambah Prabowo.

"Data dan fakta menunjukkan banyak sekali penyimpangan yang di biarkan, Saya yakin inilah yang membuat Indonesia banyak kekayaan negara yang hilang diambil dari hak rakyat, bahkan kekayaan banyak mengalir ke luar negeri." Ucap Prabowo

Melalui konferensi ini, Presiden menyampaikan beberapa hal:

1. Sistem harus berubah untuk memastikan kesejahteraan rakyat.

2. Ulama menjadi garda terdepan, karena langsung dekat dengan rakyat. Melalui ini diharapkan bagi ulama untuk senantiasa memberikan dukungan kepada masyarakat.

3. Anomali perekonomian Indonesia mengalami pembekakan ekonomi selama tujuh tahun terakhir. Dari inilah harus ada perbaikan sistem yang keliru.

4. Kekayaan Indonesia yang terus mengalir keluar berdampak kepada neraca pembangunan yang tersendat.

Prabowo juga menegaskan bahwa ada tradisi laporan palsu perdagangan, akhirnya berdampak kepada kerugian negara. Forum ini, NU berperan sebagai pembimbing rakyat untuk mengetahui bahwa keuangan negara mengalami kebocoran, dari sinilah upaya Presiden Prabowo melalukan perbaikan. Agar kesejahteraan guru dan aparat terjamin oleh kekayaan NKRI.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!